Mojokerto (beritajatim.com) – Setelah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembagunan (PPP) Kota Mojokerto berkoalisi dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Mojokerto tahun 2024, kini giliran Partai Gerindra merapat. Ketiganya akan berkoalisi.
Dengan dua kursi di parlemen, kini koalisi yang dikomandani Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Mojokerto, Junaedi Malik memiliki tujuh kursi legislatif. Sehingga jumlah kursi tersebut sangat cukup untuk maju bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), 27 November mendatang.
Koalisi dengan tujuh kursi ini akan mengusung Ketua DPC PKB Kota Mojokerto Junaedi Malik sebagai Bakal Calon Wali Kota, dan Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto, Moh Harun sebagai Bakal Calon Wakil Wali Kota Mojokerto. Pasangan Juned-Harun dipastikan akan melawan Petahana, Ika Puspitasari.
Duet Junaedi-Harun ini mendapatkan dukungan dari tiga partai, yakni PKB, Partai Gerindra dan PPP. Deklarasi dukungan tersebut dilakukan di salah satu cafe di Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Sabtu (25/5/2024).
Ketua DPC PKB Kota Mojokerto, Junaedi Malik mengatakan, koalisi tersebut terbentuk sebagai ikhtiar bersama menyambut Pilwali Kota Mojokerto 2024. Ia mengaku telah lama membangun komunikasi hingga koalisi tiga partai tersebut dapat terwujud.
“Sebelumnya kita sudah menjalin kesepakatan dengan PPP, alhamdulilah hari ini kita bertambah saudara koalisi dari partai Gerindra,” ungkapnya.
Pasangan calon yang diusung tersebut merupakan kader terbaik partai masing-masing. Dengan deklarasi koalisi tersebut diharapkan bisa memantapkan pimpinan partai pusat untuk memberikan rekomendasi pasangan Junaedi-Harun dalam Pilwali Kota Mojokerto.
“Ini sebagai ikhtiar untuk menjemput rekomendasi dari pimpinan pusat partai. Yang jelas, mekanisme di internal partai tidak ada halangan bagi kita untuk mendapatkan rekomendasi. Dari elit politik tingkat provinsi maunpun pusat sudah ketemu,” katanya.

“Sejak periode pertama tahun 2014-2019 kita selalu bersama, sering masjid bareng, insyaallah sudah klik. DPD Gerindra menginginkan kadernya sendiri yang mengikuti konstelasi politik di setiap daerah sehingga DPC Gerindra Kota Mojokerto tidak membuka penjaringan,” jelasnya.
DPC Gerindra Kota Mojokerto tidak membuka penjaringan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto 2024. Menurutnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPD) Gerindra meminta agar kader Gerindra harus ikut konstelasi politik Pilkada di masing-masing DPC.
“Dan di Kota Mojokerto yang diberi amanah saya. Siap lahir batin berjuang amar makruf nahi munkar dan bermanfaat untuk Kota Mojokerto,” pungkasnya.
Sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembagunan (PPP) Kota Mojokerto sepakat akan mengusung Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Mojokerto, Junaedi untuk maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Mojokerto tahun 2024.
Kesepatan ini setelah silaturahmi antara DPC PPP dan DPC PKB Kota Mojokerto dalam rangka komunikasi kerjasama politik dalam membangun koalisi Pilwali Mojokerto tahun 2024. Silaturahim digelar di Kantor DPC PPP Kota Mojokerto Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Senin (13/5/2024). [tin/kun]
![Pilwali Mojokerto 2024, PKB-PPP-Gerindra Deklarasikan Pasangan Juned-Harun Deklarasi dukungan Pasangan Juned-Harun di salah satu cafe di Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Sabtu (25/5/2024). [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/05/IMG-20240525-WA0003_C6zrDGc35P-1024x768.jpeg)





