Madiun (beritajatim.com) – Petani di Kabupaten Madiun mengeluhkan kondisi tanaman cabai yang terserang jamur. Batang yang menjamur membuat buah cabai jadi rusak dan munus atau gosong.
Seperti tanaman milik Paimin, petani desa setempat. Tanaman miliknya rusak di bagian batang meski akarnya baik-baik saja. Batangnya terkena jamur imbas hujan yang mengguyur belakangan.
“Kalau malam hujan lagi, jadi rusak terkena jamur, yang membuat cabai jadi busuk dan mengering. Sehingga tidak bisa dijual,” ujar Paimin, Selasa (17/1/2023).
Dia masih berusaha mencari obat-obatan untuk tanaman yang terserang jamur tersebut. Sementara, dia hanya menyemprotkan pestusida sebagai upaya pencegahan. Harganya pun tak murah karena tiap 5 kali semprot nilainya mencapai Rp 10.000. Sementara cabainya ada ribuan batang yang berada di lahan yang digarapnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”cabai”]
“Sekarang bisa berbuah tapi kalau dibiarkan jadi hancur. Saya menanamnya di sekotak lahan. Yang terserang jumlah tanaman cabai bisa rata. Tentu saya rugi, karena ini tidak sebanding dengan biaya tanam dan perawatan. Untungnya dikit,” katanya.
Hal serupa juga dialami Sudarti. Dia mengaku selain rugi juga mengurangi jumlah tanaman cabai yang akan dipanen untuk selanjutnya dijual ke pasaran. “Kurang lebih 4 hari setelah dipetik baru bisa panen lagi Jumlahnya belum tentu, bisa 10 kilo sampai 40 kilo. Itu pun harus dilihat dulu kualitasnya. Kalau banyak cabai yang gosong berat bersihnya berkurang,” kata petani asal Madiun ini. [fiq/suf]





