Pilkada Jombang 2024 baru saja usai. Masyarakat sudah menyalurkan hak pilihnya. Hingar bingar politik mulai redup. Perang opini perlahan surut.
Meski KPU (Komisi Pemilihan Umum) Jombang belum mengumumkan secara resmi siapa yang menjadi pemenang dalam perhelatan lima tahunan tersebut, namun hitung cepat atau quick count mulai muncul. Penghitungan yang dilakukan oleh tim pemenangan juga sudah menunjukkan hasil.
Baik quick count maupun real count hasilnya senafas. Menempatkan Warsubi-Salman sebagai pemenang. Hasil quick count Pilkada Jombang 2024 yang dilakukan oleh SIGI LSI Denny JA menunjukkan pasangan Warsubi-Salman meraih 74,49 persen dan Mundjidah-Sumrambah 25,51 persen.
Metode yang digunakan dalam Quick Count SIGI LSI Denny JA yakni metode sampling, multistage random sampling. Responden 225 TPS. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan aplikasi berbasis Android dan SMS (alternatif).
Dengan margin of error ± 1 persen. Dari jumlah pemilih 1.012.800 dan jumlah TPS sebanyak 1.942, LSI mengambil sampel 225 TPS, yang tersebar secara proporsional dan dipilih secara acak di seluruh wilayah Kabupaten Jombang.
Hasil senada ditunjukkan dalam real count dari Tim Warsubi-Salman. Hingga Rabu (27/11/2024) pukul 23.59 WIB, telah masuk data dari 1942 TPS se-Kabupaten Jombang (100%). Perolehan suara untuk Warsubi-Salman adalah 550.500 (75,07%). Sementara Mundjidah-Sumrambah mendulang 182.848 suara (24,93%).
Kuda-kuda Politik Warsubi
Munculnya Warsubi dalam Pilkada tahun ini adalah lahirnya trah politik baru dalam lanskap Jombang. Batapa tidak, baru tahun ini warga Desa Mojokrapak Kecamatan Tembelang ini muncul dalam gelanggang politik.
Sebelumnya, Warsubi adalah pengusaha yang juga Kepala Desa (Kades) Mojokrapak tiga periode. Dia akhirnya mundur dari jabatan Kades itu dan banting stir ke gelanggang politik. Namun sinyal Warsubi untuk menembus ruang politik bisa diraba dua tahun sebelumnya.
Yakni, ketika sang anak, Octadella Bilytha Permatasari, didaulat sebagai Ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Partai Gerindra Kabupaten Jombang pada 2022. Dari situlah kuda-kuda politik Warsubi mulai ditata.
Sinyal itu semakin jelas ketika Pilpres dan Pemilu 2024. Partai Gerindra Jombang bekerja keras untuk mendulang suara dengan harapan mendapatkan kursi berlipat di DPRD setempat. Gayung pun bersambut. Prabowo menang telak di Jombang dengan raihan 75 persen suara.
Setali tiga uang dengan Partai Gerindra. Pemilu 2024 kursi Partai Gerindra naik 100 persen. Rinciannya, dari empat kursi pada Pemilu 2019, menjadi delapan kursi di 2024. Menariknya, tiga dari delapan kursi itu adalah milik anak/menantu dari Warsubi.
Bukan itu saja, satu menantu Warsubi juga berhasil meraih kursi di DPRD Jawa Timur dari partai berlambang kepala garuda tersebut. Kendaraan sudah siap, jaringan politik pun tertata. Maka tidak heran, pada Pilkada serentak 2024 Warsubi mendeklarasikan diri menjadi calon.
Dia berpasangan dengan mantan Ketua PCNU Jombang KH Salmanudin Yazid atau Gus Salman yang selama ini dikenal sangat dekat dengan PKB. Lawannya adalah petahana Mundjidah Wahab-Sumrambah, dari PPP dan PDIP.
Tentu saja, pertarungan dua paslon ini keras dan panjang. Keduanya berhadap-hadapan langsung. Tidak ada pemecah ombak. Dari pertarungan panjang ini pasangan Warsubi-Salman menang, sedangkan Mundjidah-Sumrambah tumbang.
Trah politik baru dengan bendera Partai Gerindra pun lahir di Jombang. Warsubi sebagai panglima politiknya. Menenggelamkan trah politik Tambakberas yang berbendera PPP dengan Mundjidah sebagai panglimanya.
Tenggelamnya Trah Politik Tambakberas
Sama halnya dengan trah politik Mojokrapak. Sinyal tenggelamnya trak politik Tambaberas juga mulai nampak pada Pemilu 2024.
Saat itu, sebanyak sembilan orang dari keluarga mantan Bupati Jombang Mundjidah Wahab maju sebagai caleg (calon legislatif) dari partai berlambang kabah. Maklum saja, Mundjidah menjabat sebagai Ketua DPW PPP (Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan) Jawa Timur.
Sembilan orang yang menjadi caleg itu adalah anak, menantu, hingga cucu dari Mundjidah. Mereka maju dalam Pileg (Pemilu Legislatif) 2024 dari berbagai tingkat. Ada yang maju caleg DPR RI, caleg DPRD Provinsi, serta caleg DPRD Kabupaten/Kota.
Nah, dari sembilan orang caleg ini, hanya satu yang berhasil lolos ke parlemen. Dia adalah Taufiqi Fakkarudin Assilahi atau Gus Fiqi. Dia merupakan cucu dari Mundjidah. Gus Fiqi maju dari dapil (daerah pemilihan) Jombang 1 (Jombang-Peterongan). Saat ini Gus Fiqi menjadi anggota DPRD Jombang.
Sedangkan delapan keluarga Mundjidah lainnya harus menepi dari gelanggang politik. Bahkan, PPP juga gagal melenggang ke Senayan untuk periode 2024-2029 karena tak lolos ambang batas parlemen.
Seiring dengan itu, kekuatan politik Mundjidah perlahan mulai redup. Dia pun harus mengikuti anak cucunya untuk menepi dari gelanggang politik karena kalah dalam Pilkada Jombang 2024. Trah politik baru pun lahir, menenggelamkan trah politik lama. [suf]







1 Komentar
Semua ada masa kejayaan dan masa kehancuran itu adalah hukum semesta yang tak terbantahkan,Saat berkuasa janganlah adigung adi Guno saat kalah janganlah pesimis meratapi kekalahan…Ada menang ada kalah ada senyuman ada tangisan..itulah hukum alam semesta …Pesta sudah usai Saatnya menjalin kembali tali persaudaraan yang kemarin tercerai berai karna situasi….SALAM SEDULURAN SAK LAWASE