Bojonegoro (beritajatim.com) – Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Bojonegoro dianggarkan sebesar Rp100 miliar lebih oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Uang yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu dipakai untuk seluruh kegiatan Pilkada.
Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto mengatakan, dalam penganggaran Pilkada, Pemkab mengalokasikan anggaran lebih dari Rp100 miliar. “Proses penganggaran sudah selesai, tinggal mendukung proses Pilkada yang aman,” ujarnya.
Dalam wawancara cegat usai Apel Gelar Pasukan yang dirangkai dengan simulasi atau Peragaan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) oleh Polres Bojonegoro itu, Adriyanto berharap masyarakat ikut menjaga ketertiban.
Selain itu juga saling mengingatkan ke tetangga untuk datang mencoblos pada 27 November 2024 mendatang. “Sementara untuk para ASN maupun pegawai Pemkab Bojonegoro harus bisa menjaga netralitas,” pesannya.
Sementara Kapolres Bojonegoro AKBP Mario Prahatinto mengatakan, apel gelar pasukan dan sispamkota digelar sebagai rangkaian dari Operasi Mantap Praja Semeru 2024 serta menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pada pelaksanaan pengamanan tahapan Pilkada serentak tahun 2024.
“Apel Gelar Pasukan dan Peragaan Sispamkota bertujuan untuk mengecek kelengkapan dan kesiapan dari seluruh aparat yang akan melaksanakan pengamanan pilkada, baik dari unsur TNI, Polri maupun dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.
Mario Prahatinto menjelaskan, Indeks Penilaian Kerawanan (IPK) di Kabupaten Bojonegoro cenderung kondusif atau masih kategori hijau. Hal itu berkaca dari Pemilu 2024. Tingkat kerawanan yang terjadi di Bojonegoro sebagian besar hanya faktor cuaca dan TPS yang sulit dijangkau.
“Tingkat kerawanan masih dalam sebatas kondisi geografis. Mulai dari TPS yang lokasinya sulit dijangkau, yang cuaca maupun kondisi geografis lainnya,” imbuhnya.
Mantan Wakapolres Pasuruan itu menambahkan, dalam penanganan Pilkada Bojonegoro pihaknya menerjunkan sebanyak 5.721 personel gabungan, terdiri dari Polri 800 personel, TNI 360 personel, dan Linmas 4.326 personel. [lus/suf]






