Ngawi (beritajatim.com) – Meski Pilpres kurang maksimal mendulang suara, namun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) unggul dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) Ngawi 2024. Per tanggal 26 Februari 2024 pukul 17.05 WIB, dengan suara masuk dari 2.652 TPS dari 2.754 TPS atau setara dengan 96,30 persen, PDIP sudah mendapat 199.950 suara.
Partai berlambang banteng moncong putih itu unggul di 14 kecamatan dari 19 kecamatan di Kabupaten Ngawi. Yakni Bringin dengan 9.091 suara, Jogorogo sebanyak 10.496 suara, Karanganyar dengan 7.530 suara, Karangjati dengan 9.470 suara.
Selanjutnya, di Kecamatan Kasreman dengan 7.553 suara, Kedunggalar dengan 20.880 suara, Kendal dengan 10.790 suara, Kwadungan dengan 8.095 suara, Ngawi dengan 19.126 suara, Ngrambe dengan 12.058 suara, Padas dengan 14.549 suara, Paron dengan 23.277 suara, Sine dengan 8.664 suara, Widodaren dengan 15.388 suara.
Diperkirakan, PDIP mendapat 20 kursi, Partai Golkar 5 kursi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 6 kursi, Partai Gerindra 6 kursi, Partai Keadilan Sejahtera 3 kursi, Partai Demokrat 2 kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) 2 kursi, Partai Hanura 1 kursi.
Berdasarkan perhitungan suara di Sirekap. Kursi PDI Perjuangan dan Golkar diperkirakan sama dengan pemilu tahun 2019. Yakni 20 kursi untuk PDI Perjuangan dan 5 kursi untuk Golkar. Sementara PKB dan Gerindra diperkirakan tambah dua kursi dari tahun 2019. Dari semula hanya empat kursi, bertambah menjadi enam kursi.
Masing-masing kompak satu kursi di setiap daerah pemilihan. Sedangkan Demokrat diprediksi menambah satu kursi dari sebelumnya satu menjadi dua. “Sementara kursi PAN dan PKS diprediksi hilang satu dari semula PAN tiga kursi menjadi dua kursi dan PKS semula empat kursi menjadi tiga kursi,” terang Pengamat Politik Ngawi, Agus Fathoni.
Agus juga memperkirakan dua kursi Partai Nasdem dan satu kursi PPP hilang. Artinya lima kursi yang berkurang maupun hilang dari PAN, PKS, Partai Nasdem dan PPP menjadi tambahan untuk PKB, Gerindra dan Demokrat.
Sementara menurutnya, PDI Perjuangan yang bertahan 20 kursi seperti tahun 2019, menurutnya ada dua hal. Pertama kinerja partai yang kurang optimal dan ada hal lain mengakibatkan anomali. Seperti ada intimidasi yang saat ini kasusnya diselidiki oleh Bawaslu Ngawi. Dia mengatakan jika kinerja PDI Perjuangan optimal, menurutnya bisa menambah hingga dua kursi dan suara pasangan Ganjar Mahfud tinggi di kandang banteng. [fiq/aje]






