Magetan (beritajatim.com) – Sebuah mobil pikap bermuatan sayur menabrak kerumunan remaja yang tengah menonton aksi balap liar di Jalan Raya Kawedanan, Desa Selorejo, Kabupaten Magetan, Sabtu (14/1/2026) dini hari. Insiden tragis ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka setelah kendaraan tersebut hilang kendali hingga terguling ke selokan.
Video amatir warga di lokasi memperlihatkan kondisi mencekam saat mobil pikap tersebut terguling usai menghantam kerumunan yang berkumpul di bahu jalan. Sejumlah korban ditemukan tergeletak dengan luka serius sebelum akhirnya dievakuasi oleh warga dan petugas kepolisian ke RSUD dr Sayidiman Magetan.
Kasat Lantas Polres Magetan, AKP Ade Andini, mengonfirmasi bahwa satu korban tewas seketika di lokasi kejadian akibat benturan keras. Sementara itu, satu korban lainnya menghembuskan napas terakhirnya setelah sempat menjalani perawatan darurat di rumah sakit.
“Benar, terjadi kecelakaan di wilayah Kawedanan. Mobil pikap bermuatan sayur menabrak kerumunan anak-anak. Satu korban meninggal di lokasi dan satu lainnya meninggal dunia di rumah sakit,” ujar AKP Ade Andini saat memberikan keterangan resmi.
Identitas korban meninggal dunia diketahui bernama Rendy Firmansyah (21), warga Desa Pucanganom, Madiun, serta seorang remaja berinisial BR (14) asal Lembeyan, Magetan. Empat korban luka lainnya saat ini masih dalam penanganan medis intensif untuk memulihkan kondisi fisik mereka.
Kronologi bermula sekitar pukul 03.30 WIB ketika sekelompok remaja berkumpul di ruas jalan yang minim penerangan untuk menyaksikan balapan ilegal. Mereka tidak menyadari kedatangan mobil pikap yang melaju kencang dari arah Ponorogo menuju wilayah Plaosan, Magetan.
Mobil tersebut dikemudikan oleh Aryanto (26), warga Desa Lembah, Kabupaten Ponorogo, yang diduga memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Lantaran kondisi jalan yang gelap, pengemudi tidak sempat melakukan pengereman atau menghindar saat kerumunan remaja berada tepat di jalurnya.
Saat ini, Aryanto beserta kendaraan pikap yang ringsek telah diamankan di Mapolres Magetan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian tengah mendalami unsur kelalaian pengemudi serta faktor keamanan jalan di lokasi kejadian.
Menanggapi tragedi ini, Polres Magetan mengeluarkan imbauan keras kepada para orang tua agar memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di malam hari. Lokasi balap liar sering kali menjadi titik rawan kecelakaan fatal karena mengabaikan standar keselamatan jalan raya yang mendasar.
“Kami mengingatkan agar anak-anak tidak terlibat maupun menonton balap liar karena sangat membahayakan keselamatan,” pungkas AKP Ade Andini menutup penjelasannya. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli rutin guna membubarkan aksi balapan ilegal yang meresahkan masyarakat. [fiq/beq]






