Pasuruan (beritajatim.com) – Kernet mobil pikap pengangkut ikan, Samiun Alim (22), asal Desa Semare, Kecamatan Keraton, Kabupaten Pasuruan diamankan Polsek Bangil lantaran terekam CCTV mengambil tas berisi uang tunai Rp50 juta. Kernet pun berdalih hendak mengembalikan dompet tersebut beserta isinya kepada pemiliknya.
Peristiwa ini bermula saat pemilik dompet, Fita Nur Indah (31), warga Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, meninggalkan barang tersebut di atas boks penyimpanan ikan di Pasar Porong, Kabupaten Sidoarjo. Uang sebesar Rp50 juta itu akan dia gunakan untuk membeli stok dagangan.
“Saat itu kan mau masukkan boks ikan ke mobil, dompet saya taruh di situ. Saya masukkan anak dulu ke mobil, kemudian boks ikan. Pas naik mobil kelupaan nggak ambil dompet langsung pulang,” kata Fita, Jumat (21/10/2022).
10 menit kemudian, dia kembali ke pasar. Saat melihat ke boks ikan, dia mendapati dompetnya sudah hilang.
Lalu Fita berinisiatif melihat rekaman CCTV yang ada di toko tetangganya. Dari rekaman tersebut, dia melihat seseorang yang mengambil dompet di atas boks ikan.
Fita langsung mengunggah rekaman CCTV itu ke media sosial hingga akhirnya viral dan mendapat banyak komentar. Pemilik toko membantu Fita dengan menghubungi kenek pikap namun tidak ada jawaban.
Kejadian itu kemudian dilaporkan ke polisi. Polisi akhirnya mengamankan Samiun.
Kanit Reskrim Polsek Bangil, Aipda Rofik, membenarkan pihaknya telah mengamankan Samiun. Tetapi, kasus ini dilimpahkan ke Polresta Sidoarjo.
“Saat ini kami memeriksa keterangan awal terkait diamankannya Samiun Alim. Untuk perkembangan lebih lanjut, kami limpahkan ke Polresta Sidoarjo, karena TKP-nya di sana,” kata Rofik.
Samiun setiap hari bekerja sebagai kernet mobil pengangkut ikan. Sedangkan pemuda yang menyopiri pikap tersebut bernama Safaat (26), yang juga merupakan warga Desa Semare.
Samiun mengakui telah mengambil dompet milik Fita. Tetapi, dia mengklaim hendak mengembalikan dompet tersebut ke pemiliknya.
“Benar saya yang mengambil, rencananya mau saya kembalikan. Tapi saat saya kejar sudah gak ada mobilnya, dan sudah bilang sama yang punya toko,” jelas Samiun. [ada/beq]






