Surabaya (beritajatim.com) – Meski gelaran Piala Dunia U-17 sukses di selenggarakan di kota Surabaya, sayangnya keberhasilan ini tak diimbangi dengan kesuksesan penjualan merchandise yang dibuat para UMKM Kota Surabaya yang tak mencapai target.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya menargetkan penjualan mencapai 20 ribu, tetapi hingga pertandingan di Kota Pahlawan berakhir penjualan merchandise hanya sekitar 16 ribu.
Walikota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan bahwa target penjualan merchandise UMKM hanya sekitar 80 persen. Meski demikian, Eri mengklaim hasil tersebut sudah mengerakan ekonomi Kota Surabaya.
Baca Juga: Masa Orientasi PPPK, Bupati Tuban Pesan Pentingnya Pendidikan Karakter
“Tapi merchandise masih banyak peminta. Ini adalah salah satu cara kita untuk mengerakan ekonomi, ketika ada pertandingan mempegaruhi sekitar,” papar Eri.
Kedepan Eri, juga akan terus melibatkan UMKM khususnya dalam gelaran pertandingan sepak bola. Baginya, semakin banyak acara di Surabaya semakin hidup UMKM di Kota Pahlawan.
“Kami selalu mau dan ikut bersaing dengan daerah lain agar bisa dilakukan di Surabaya dengan kemudahaan yang sama-sama kita tawarkan. InsyaAllah itu mengerakan perekonomian,”
Baca Juga: Warung Bakso Sediakan LC dan Miras di Surabaya Kena Razia
Selain itu okupansi hotel di Surabaya pun hanya meningkat di awal gelaran atau opening yang menyentuh angka 90 persen.
“Okupansi hotel lebih dari 90 persen,”
Diberitakan sebelumnya, Pemkot Surabaya menargetkan 20 ribu merchandise Piala Dunia U-17 yang dibuat para UMKM, bisa terjual dalam gelaran yang dimulai tanggal 10 November 2023 mendatang.
Walikota Surabaya, Eri Cahyadi optimis target ini akan tercapai. Sebab, saat ini ia menyebut sudah 5 ribu merchandise terjual. Disisi lain, optimisme juga muncul melihat penjualan tiket yang terus berjalan.
Baca Juga: Legislatif Ponorogo Tunda Pembahasan RAPBD 2024, Imbas Ada Program 2023 Belum Terlaksana
“Penjualan (merchandise) masih terus berjalan. Ada gantungan kunci, bantal mobil, kaos dan gelas mug, itu sudah sampai kemarin malam sudah terjual 5 ribu,” kata Eri Jumat, 3 November 2023.
Untuk mengoptimalkan penjualan, Pemkot Surabaya menaruh merchandise ke beberapa titik yang bisa dijangkau masyarakat. Antara lain, Surabaya Kriya Galeri (SKG) dan juga booth khusus yang dibuat pemkot untuk pembuatan merchandise. (way/ian)






