Ringkasan Berita:
- Cape Verde mencetak sejarah dengan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 pada debutnya.
- Blue Sharks finis sebagai runner-up Grup H setelah bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi.
- Di babak gugur, Cape Verde akan menghadapi juara bertahan Argentina pada 3 Juli di Miami.
- Tim debutan itu menutup fase grup tanpa kekalahan dan menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen.
Surabaya (beritajatim.com) – Cape Verde atau Tanjung Verde akan menghadapi juara bertahan Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mencetak sejarah dengan lolos dari fase grup pada penampilan perdananya di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Tim berjuluk Blue Sharks memastikan tiket ke fase gugur usai bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H di Houston, Sabtu (27/6/2026) pagi WIB. Hasil tersebut membuat Cape Verde finis sebagai runner-up grup dengan koleksi tiga poin dari tiga hasil imbang.
Di pertandingan lain, Spanyol mengalahkan Uruguay 1-0 untuk mengunci posisi juara Grup H dengan tujuh poin. Kekalahan Uruguay memastikan langkah Cape Verde ke babak 32 besar sekaligus menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.
Tantangan berikutnya jauh lebih berat. Cape Verde dijadwalkan menghadapi Argentina di Miami pada 3 Juli. Duel tersebut menjadi ujian terbesar bagi negara kepulauan berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa yang kini sukses mencuri perhatian dunia sepak bola.
Keberhasilan lolos ke fase gugur disambut penuh haru oleh para pemain dan staf pelatih. Seusai pertandingan melawan Arab Saudi, mereka berkumpul di tengah lapangan sambil memantau jalannya laga Spanyol kontra Uruguay melalui telepon genggam.
Begitu peluit panjang pertandingan di laga lain berbunyi, para pemain Cape Verde langsung bersorak merayakan kelolosan mereka. Suporter yang memenuhi stadion ikut larut dalam euforia melalui tabuhan drum, nyanyian kemenangan, dan kibaran bendera nasional.
Sebagian pemain bahkan tetap bertahan di lapangan setelah stadion mulai lengang. Mereka mengabadikan momen bersejarah dengan berfoto bersama sambil mengenakan bendera Cape Verde di pundak sebagai simbol kebanggaan atas pencapaian yang belum pernah diraih negara mereka sebelumnya.
Di atas lapangan, Cape Verde sebenarnya tampil lebih agresif dibanding Arab Saudi. Sejak menit awal mereka mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, namun penyelesaian akhir belum mampu menghasilkan gol.
Peluang terbaik lahir melalui Laros Duarte yang gagal menaklukkan kiper Arab Saudi, Mohammed Alowais, dalam situasi satu lawan satu. Willy Semedo juga sempat mengancam lewat tembakan dari sudut sempit setelah menusuk dari sisi kiri pertahanan lawan.
Arab Saudi baru memberikan ancaman serius pada masa injury time babak pertama melalui sundulan Mohamed Kanno. Namun, penjaga gawang veteran Cape Verde, Vozinha, kembali menunjukkan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan penting.
Pada babak kedua, Blue Sharks semakin meningkatkan intensitas serangan. Mereka melepaskan total 15 percobaan sepanjang pertandingan, tetapi disiplin lini belakang Arab Saudi membuat skor 0-0 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
Meski gagal mencetak gol, hasil imbang tersebut sudah cukup mengantarkan Cape Verde ke babak 32 besar. Tim debutan itu menutup fase grup tanpa sekali pun menelan kekalahan, memperpanjang kisah sensasional mereka di Piala Dunia 2026 dan membuka peluang menciptakan kejutan berikutnya saat menghadapi Argentina. [faw/beq]






