Surabaya (beritajatim.com) – Awal tahun PHRI Jawa Barat langsung tancap gas mempromosikan hotel dan restaurant di Jawa Barat yang bisa menjadi jujukan wisatawan dari Jawa Timur.
Tak tanggung-tanggung PHRI Jabar membawa 27 anggotanya dalam kegiatan “Direct Promotion” di Surabaya dan Malang.
Ada sekitar 40 buyer daru travel agent dan Event Organizer di wilayah Surabaya, Malang dan sekitarnya yang hadir dan terlihat sangat antusias melakukan sejumlah transaksi di lokasi tersebut.
Wakil Ketua II Bidang Restoran dan Promosi BPD PHRI Jabar, Derry Septiadi mengatakan, dipilihnya Surabaya dan Malang karena potensi pasarnya sangat besar. Bahkan dari data Pemprov Jabar menunjukkan, Jatim dan Jateng adalah dua provinsi yang memberikan kontribusi terbesar terhadap tingkat kunjungan wisata ke provinsi tersebut.
“Dari total jumlah wisatawan domestik yang datang ke Jabar, Jatim dan Jateng menyumbang sekitar 40 persen,” kata Dery di sela kegiatan Direct Promotion di Surabaya.
Lebih lanjut dia mengatakan, sebenarnya kegiatan promosi dari kota ke kota ini telah dilakukan oleh pelaku pariwisata Jabar sejak sebelum pandemi dengan biaya dari Pemerintah Provinsi Jabar. Tetapi di tahun ini, karena dana promosi dipangkas, akhirnya pihak PHRI Jabar berinisiatif untuk tetap melakukannya dengan biaya mandiri.
“Karena permintaan cukup bagus, kami konsultasi dengan Dinas Pariwisata Jabar, ternyata pada tahun 2022 – 2023 dana promosi dikurangi, sehingga kami mencoba mengadakan sendiri dengan dana mandiri, inisiatif anggota,” katanya.
Selain Surabaya, PHRI Jabar juga merencanakan melakukan kegiatan yang sama di 6 kota lain sepanjang tahun 2023, yaitu Palembang, Jakarta, Balikpapan, Makassar, Padang dan Pontianak. Direct Promotion juga akan dilakukan di luar negeri. Sebelumnya, pada Desember 2022 table top telah dilakukan di kota Jogja dan Semarang.
“Oktober kami merencanakan ke Malaysia. Karena wisatawan mancanegara yang paling banyak masuk ke Jabar adalah Malaysia dan Singapura,” terangnya.
Dery berharap, melalui kegiatan tersebut akan tercipta kerjasama berkelanjutan dan memberikan kemanfaatan bagi kedua belah pihak. Akan ada peningkatan jumlah wisatawan Jatim ke Jabar juga Wisatawan Jabar ke Jatim sehingga okupansi hotel pun ikut terkerek naik.
[berita-terkait number=”4″ tag=”hotel”]
“Jika Untuk Bandung Raya okupansi hotel saat ini mencapai 52-53 persen, maka kami berharap bisa naik diatas 55 persen. Kalau secara umum Jabar, kami berharap bisa mencapai 40 persen ke atas dari saat ini yang masih 36-38 persen,” akunya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PHRI Jatim Dwi Cahyono menyambut gembira kegiatan tersebut dan berharap akan mampu meningkatkan industri pariwisata Jateng dan Jatim.
“Jatim bulan ini lagi recovery, banyak pelaku usaha pariwisata dari beberapa daerah yang datang. Kemarin dari Jogja dan Jateng. Sekarang dari Jabar yang mengadakan table top disini. Kami rasa kehadiran ini akan menjadi momen baik untuk majukan pariwisata nusantara,” kata Dwi Cahyo.
Dikatakan perlu updating data, dari Jabar ke Jatim dan juga Jatim ke Jabar. Sehingga acara seperti ini penting dilaksanakan untuk menyatukan dan merefresh apa yang kita lakukan. Ada pertukaran informasi antara kedua belah pihak karena di saat kewajiban bermasker sudah tidak ada, akan menambah kepercayaan masyarakat untuk bepergian.[rea]






