Jakarta (beritajatim.com) – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatatkan total produksi gas sebesar 668,3 MMSCFD dan minyak sebesar 57,8 MBOPD sepanjang 2022. Capaian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi migas nasional sebesar 626 MBOPD untuk minyak dan 5.572 MMSCFD untuk gas.
“Alhamdulillah, pada tahun 2022 berhasil mengatasi tantangan-tantangan dan mencapai kinerja positif dengan beragam prestasi yang membanggakan,” ujar Manager Communication Relations & CID PHI Regional Kalimantan, Dony Indrawan.
Tidak hanya itu, lanjut Dony, selama 2022 pihaknya juga berhasil merealisasikan pengeboran sebanyak 163 sumur eksploitasi dan 4 sumur eksplorasi. Di lain sisi, pihaknya tetap berkomitmen menempatkan aspek keselamatan kerja sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas operasi migas.
Hal ini ditunjukkan dengan kinerja HSSE yang unggul di mana PHI berhasil mempertahankan zero fatality, TRIR di bawah target, serta mencapai 123,1 juta jam kerja selamat.
”Perusahaan terus berusahan dengan beragam inovasi dan teknologi untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi, serta menahan laju penurunan produksi alamiah. Untuk mewujudkan hal tersebut Perusahaan terus berinvestasi dalam pengeboran sumur-sumur ekplorasi dan eksploitasi,” katanya.
Dia menambahkan, langkah strategis PHI untuk menjalankan operasi migas ramah lingkungan dan berkelanjutan. Upaya ini disertai dengan pelaksanaan program pengembangan masyarakat yang inovatif berhasil membuahkan pengakuan dari pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Capaian ini ditandai dengan diraihnya penghargaan PROPER rating tertinggi, yaitu emas kepada empat lapangan migas PHI dan 5 predikat hijau kepada lima lapangan migas PHI di Kalimantan.
Tidak ingin berpuas diri, Dony memastikan, PHI tetap menyiapkan strategi untuk menghadapi tantangan operasi dan dinamika bisnis hulu migas di Tahun 2023 dan tahun-tahun berikutnya. PHI telah menetapkan target 2023 yang agresif sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung pencapaian target produksi nasional, yaitu produksi minyak sebesar 63,4 MBOPD dan produksi gas 668,5 MMSCFD.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Pertamina”]
“Kami pun menetapkan target pengeboran dengan jumlah yang lebih tinggi dari tahun 2022, yaitu 198 sumur pengembangan/eksploitasi, 5 sumur eksplorasi, serta 337 workover,” katanya.
Masih menurut Dony, PHI juga mengambil langkah-langkah strategis terkait optimasi portofolio baik dalam kegiatan eksplorasi, development, optimasi produksi, dan sinergi operasi serta upaya menjaga keandalan fasilitas produksi untuk mencapai target perusahaan.
Perusahaan juga mendorong implementasi digitalisasi tepat guna untuk meningkatkan kolaborasi, bisnis, dan inovasi untuk mewujudkan operasi migas yang efisien dan agile.
Dony yakin, keberlanjutan operasi dan bisnis migas Perusahaan berperan penting dalam mendukung keberlangsungan penyediaan energi nasional dan pembangunan ekonomi Indonesia.
“Kami juga berkomitmen untuk menerapkan prinsip ESG (Environment, Social, Governance) dalam setiap kegiatan operasi dan bisnis migas perusahaan sehingga mampu menghasilkan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia dan mendukung strategi Pertamina untuk zero emission,” ujar Dony. [hen/beq]





