Kediri (beritajatim.com) – Curah hujan tinggi, air kolam injeksi Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru Kediri meluber. Terkait melubernya air tersebut, pihak PG Pesantren merespon cepat.
Kejadian tersebut berlangsung, pada Minggu (12/9/2021) malam. Saluran air hujan milik PG Pesantren Baru tidak mampu menampung air hujan. Akhirnya, kelebihan air tersebut meluber menuju saluran air jatuhan (pendingin condensor).
Setelah beberapa lama, saluran air jatuhan tersebut tidak lagi mampu menampung sehingga meluber ke selokan depan pabrik dan sebagian jalanan.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Asisten Manajer Lingkungan PG Pesantren Baru Hasan Mursid mengatakan, air tersebut termasuk air non polutan, tetapi memiliki temperature sekitar 40 derajat celsius sampai 42 derajat C atau sekitar 38 derajat C setelah tercampur air hujan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kediri”]Kabut yang tampak asap timbul disebabkan perbedaan suhu air tersebut dengan suhu lingkungan sekitar 29’ C sehingga terjadi proses evaporasi. “Air tersebut air pendingin yang bukan limbah B3 ataupun non B3 dan juga tidak mengandung bahan kimia,” tegasnya.
PG Pesantren Baru memastikan air tersebut tidak mengandung amoniak. Karena, PG Pesantren Baru tidak menggunakan bahan pembantu proses amoniak ataupun memproduksi amoniak.
Untuk menindaklanjutinya, PG Pesantren Baru memiliki program jangka pendek. Pertama akan meningkatkan monitoring level air jatuhan. Kemudian, langkah kedua dengan penyiapan pompa untuk pengurasan saluran air hujan dan terakhir pembuatan tanggul ketika emergency kembali terjadi. [nm/kun]






