Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan keprihatinannya atas insiden begal yang menimpa seorang petugas kebersihan disabilitas di sekitar Balai Kota Surabaya.
Dia menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran Pemkot Surabaya untuk meningkatkan keamanan, terutama bagi petugas yang bekerja di malam hari.
“Saya sudah sampaikan, ketika bertugas untuk membersihkan atau apa, (motornya) taruhlah di tempat yang aman. Apalagi kemarin itu di jam 03.20 dini hari,” tegas Eri Cahyadi di DPRD Surabaya, Kamis (15/8/2024).
Dia juga meminta agar para kepala dinas memberikan arahan kepada bawahannya untuk lebih berhati-hati dalam menempatkan barang berharga dan kendaraan mereka.
Eri menekankan perlunya pengaturan tempat parkir yang lebih aman dan mudah diakses.
“Tidak bisa hanya diletakkan di sebelahnya. Kalau kondisi ramai nggak masalah, tapi kemarin kan malam,” ujar dia.
Eri juga mengabarkan kepolisian telah melakukan pengecekan CCTV dan sedang memburu pelaku. Dia berharap agar para pelaku segera tertangkap sehingga kondisi Surabaya bisa kembali kondusif.
“Kalau pengetatan wilayah, setiap hari ada. Masalahnya ini menjelang subuh. Ini yang juga jadi catatan dan pembelajaran juga. Termasuk bagi masyarakat,” kata Eri.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. “Harus berhati-hati, karena kalau semua harus menjaga 24 jam tidak mungkin. Maka masyarakat juga harus turut menjaga keamanan. Seperti halnya menjaga kampung maka kita sendiri juga berperan untuk menjaga,” pungkas dia. [asg/beq]






