Jakarta (beritajatim.com) – Petugas haji Indonesia pada musim haji 1445 H/2024 M mendatang harus melek digital. Tujuannya, agar layanan kepada jemaah haji lebih efektif dan maksimal.
Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Hilman Latief di Jakarta, kemarin. Mengutip website Kementerian Agama (Kemenag) RI, Hilman menyatakan bahwa ke depan seluruh petugas haji Indonesia harus melek digital. “Itu harus,” kata Hilman saat menyampaikan arahan kepada Kabid PHU se-Indonesia terkait rencana rekrutmen petugas haji.
“Petugas haji ke depan harus melek digital. Kenapa? Karena nanti layanan haji yang ada di Saudi itu juga arahnya ke pelayanan digital. Kalau petugas kita tidak melek digital, bisa repot nanti,” kata Dirjen PHU Hilman Latief di Jakarta, Senin (4/12/2023) mengutip kemenag.go.id.
Untuk itu, menurut Hilman, tahun ini Kemenag memulai rekrutmen petugas haji dengan memanfaatkan teknologi digital.
“Pendaftaran petugas dilakukan dengan mengirimkan berkas pendaftaran melalui form digital atau email yang sudah disiapkan. Tidak perlu langsung datang ke Kankemenag Kota/Kabupaten,” tambahnya.
BACA JUGA:
Kemenag Tuban: Biaya Haji Rp56,04 Juta Belum Embarkasi
Ia menambahkan, strategi ini juga menjadi upaya Kemenag untuk mewujudkan proses rekrutmen petugas haji yang lebih terbuka.
“Semangat penggunaan teknologi digital ini juga untuk memberi kemudahan dan kesempatan yang sama bagi semua calon petugas,” tutur Hilman.
“Dengan proses penyampaian dokumen melalui email membuka ruang bagi calon petugas untuk mendaftar, meskipun mungkin domisilinya jauh dari Kantor Kemenag Kota/Kabupaten,” imbuhnya.
Penggunaan teknologi digital, menurut Hilman, juga bertujuan untuk menghadirkan rekrutmen petugas haji yang lebih transparan.
“Mengirimkan berkas melalui email ini juga untuk mengurangi potensi bertemunya calon petugas dengan panitia rekrutmen. Ini menjadi komitmen Kemenag untuk mewujudkan rekrutmen petugas haji yang lebih transparan,” terang Hilman.
BACA JUGA:
Biaya Haji 2024 Jemaah Hanya Bayar Rp56,04 Juta
Hal senada disampaikan Direktur Bina Haji Kemenag, Arsad Hidayat. Dia menyampaikan komitmennya untuk melakukan rekrutmen petugas haji yang lebih profesional dan transparan.
“Pelaksanaan rekrutmen petugas haji ini dilakukan secara terbuka. Rekrutmen ini juga akan dipantau oleh seluruh pihak. Bukan hanya oleh pengawas internal, tapi juga oleh pengawas eksternal termasuk dari ombudsman,” ujar Arsad.
Dia mengungkapkan, rekrutmen petugas haji Indonesia rencananya akan mulai dibuka pada 5 Desember 2023. “Ada beberapa langkah yang akan dilakukan, dan insyaAllah hasil akhirnya akan diumumkan pada Januari 2024,” jelas Arsad. [air]






