Ponorogo (beritajatim.com) – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menghantui wilayah Kabupaten Ponorogo. Kali ini, karhutla terjadi di area hutan lindung milik Perhutani di Gunung Tapak Doro masuk Desa Maguhan Kecamatan Sambit. Kebakaran terjadi sejak hari Minggu (6/8) sore. Api yang membakar hutan itu, masih terlihat hingga Senin (7/8) malam.
Menurut informasi yang dihimpun beritajatim.com, pada Senin malam api masih terlihat merembet dan membesar di kawasan hutan lindung tersebut. Bahkan, titik api juga mulai mendekati pemukiman warga. Petugas gabungan dari Polisi, TNI, dan BPBD Ponorogo pun berjuang untuk memadamkan api yang telah melalap sekitar 4 hektare hutan yang berisi tanaman jati tersebut
“Lokasi kebakaran cukup jauh dan medannya terjal, serta juga ada jurang yang cukup dalam. Hal itu membuat kendala tersendiri bagi tim gabungan dalam memadamkan kebakaran ini,” kata Tim TRC BPBD Ponorogo, Adi Sumadi, Selasa (08/08/2023).
Dalam proses pemadaman itu, petugas juga menemukan sejumlah binatang yang mendiami hutan tersebut tewas terjebak kebakaran. Bahkan, petugas juga berhasil mengevakuasi satwa yang nyaris terjebak kebakaran. Seperti ular dan jenis satwa lainnya. “Beberapa kali ketemu dengan satwa penghuni hutan. Seperti ular dan satwa liar lain terpaksa dievakuasi agar tidak mati terjebak kebakaran,” kata Adi.
Untuk lereng gunung, api bisa dipadamkan oleh petugas gabungan. Namun, titik api yang berada gunung bagian atas belum bisa dijinakkan. Bahkan, titik api masih terlihat di puncak gunung pada hari Selasa (8/8) pagi tadi. Kebakaran itu juga merusak atau membakar selang air bersih yang menuju pemukiman warga. Alhasil, warga yang berada di 2 desa, yakni Desa Nglewan dan Desa Maguhan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih yang cukup.
“Sebagian warga memang mengandalkan air sumber yang di hutan. Setelah dicek ternyata selangnya terbakar,” kata Sutrisno, salah satu warga Desa Nglewan. (end/kun)
BACA JUGA: Ponorogo Dapat Jatah Kuota 912 PPPK di 2023, Ini Rinciannya






