Gresik (beritajatim.com)- Digitalisasi di era sekarang diharapkan bisa membantu kecepatan di semua sektor termasuk bongkar muat pelabuhan. Salah satunya yang dilakukan oleh Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia. Melalui aplikasi Petroport, kinerja bongkar muat di pelabuhan mampu memberikan efisiensi pada setiap prosesnya.
Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menuturkan, Petroport adalah sebuah sistem berbasis web dan aplikasi mobile yang memiliki fungsi pengawasan, pencatatan, pelaporan serta penentuan rekomendasi keputusan secara digital dan otomatis.
“Aplikasi ini beberapa periode terakhir telah memberikan added value bagi perusahaan, yaitu dengan menyediakan informasi yang akurat dan realtime kepada seluruh stakeholder. Selain itu, juga memberikan penghematan biaya logistik serta optimalisasi kinerja bongkar muat di pelabuhan,” tuturnya, Senin (19/9/2022).
Adapun penghematan yang didapatkan sejak memakai aplikasi Petroport. Diantaranya, biaya bongkar muat secara rata-rata dapat ditekan hingga 20 persen.
Kemudian, kinerja pelabuhan menjadi lebih optimal sehingga kegiatan bongkar muat dapat diselesaikan lebih cepat dari kontrak yang disepakati. Hal ini dapat dilihat dengan turunnya denda demurrage yang harus dibayar ke kapal, serta meningkatnya pendapatan despatch atau biaya kompensasi yang diterima perusahaan.
Tahun lalu, lanjut dia, pendapatan despatch naik sebesar 70 persen menjadi USD 1,13 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kinerja yang sama juga ditunjukkan pada semester pertama tahun 2022, dimana realisasi despatch sudah mencapai USD 920 ribu.
[berita-terkait number=”3″ tag=”petrokimia-gresik”]
Optimalisasi kinerja Pelabuhan tersebut diperoleh dari fitur-fitur inovatif yang ada dalam aplikasi. Pertama, Petroport memiliki fungsi pencatatan kegiatan bongkar muat serta penentuan rekomendasi keputusan secara digital dan otomatis (automatic decision systems), karena Petroport dilengkapi dengan Smart Dashboard.
“Kita dapat menginput data bongkar muat secara mobile dimanapun berada. Input data kapal, jadwal kedatangan kapal maupun pencatatan kegiatan bongkar muat, dapat dilakukan menggunakan handphone maupun tablet,” ujar Dwi Satryo.
Dengan bantuan teknologi ini, kata dia, perusahaan juga mampu menurunkan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) sebesar 45 persen. Pasalnya, alur kerja menjadi semakin efektif dan efisien.
“Aplikasi ini mendapat perhatian banyak pihak, beberapa perusahaan lain telah melakukan benchmarking ke Petrokimia Gresik untuk mempelajari dan mengadopsi Petroport. Tentu saja hal ini menjadi penyemangat buat kami untuk terus berinovasi dalam meningkatkan layanan serta menyediakan produk pupuk dengan daya saing tinggi,” tandas Dwi Satryo. [dny/suf]






