Gresik (beritajatim.com) – Banjir imbas meluapnya Kali Lamong masih terjadi di sejumlah desa. Salah satunya Dusun Ngebret, Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Gresik. Air setinggi 35 centimeter menggenangi beberapa rumah warga termasuk jalan poros desa.
Untuk meringankan beban warga tersebut, Petrokimia Gresik (PG) mengirim 175 paket sembako untuk korban banjir akibat meluapnya Kali Lamong. Selain sembako, anak perusahaan Pupuk Indonesia ini mengirim 5.000 karung dan 20 terpal untuk pembuatan tanggul darurat. Bantuan diserahkan langsung kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik.
Dirut Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan, banjir di beberapa desa di wilayah Gresik memang telah terjadi sejak Minggu (21/12/2025), tetapi hingga saat ini aktivitas masyarakat belum pulih, karena masih ada ratusan rumah yang tergenang.
“Perusahaan kami menjalankan operasional bisnis tidak hanya menghasilkan produk pupuk, dan bahan kimia berkualitas. Tetapi kehadiran perusahaan juga harus dirasakan oleh masyarakat. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak banjir,” katanya, Rabu (24/12/2025).
Paket sembako yang terdiri 3 kilogram mie instan, minyak goreng dan telur. Bantuan ini merupakan hasil koordinasi Petrokimia Gresik dengan BPBD Gresik, sehingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan para korban.
Sementara untuk ribuan kantong dan terpal untuk pembuatan tanggul darurat. Banjir yang terjadi di wilayah Gresik selatan ini salah satunya terjadi akibat tanggul Kali Lamong yang jebol di Kecamatan Cerme.
Berdasarkan data BPBD setempat, banjir sempat merendam tiga kecamatan di Kabupaten Gresik akibat tanggul jebol dan luapan sungai, yaitu Balongpanggang, Benjeng, dan Cerme.
“Kami berkomitmen untuk senantiasa hadir membantu pemerintah daerah dalam penanganan bencana banjir yang terjadi di Gresik,” pungkas Daconi. [dny/ian]






