Magetan (beritajatim.com) – Harga telur di Magetan kini mencapai Rp30.000 per kilogram. Namun, ternyata harga itu selisih Rp3.000 dari harga peternak.
Sony Suwarno, salah satu peternak asal Desa Cepoko, Panekan, Magetan, Jawa Timur, mengungkapkan jika sejauh ini harga telur memang naik. Terakhir, Rp27.000 per kilogram dari kandang.
Dia menerangkan, selain tingginya harga pakan yakni mencapai Rp500 ribu per kemasan 25 kilogram juga naiknya harga bibit ayam petelur atau day old chick (DOC) yang naik hampir tiga kali lipat jadi Rp17 ribu per ekornya. Di samping itu, jumlah peternak yang minim di tengah tingginya permintaan membuat harga telur naik.
“Imbas jatuhnya harga telur pada akhir tahun 2021, banyak peternak gulung tikar. Kami peternak yang masih bertahan juga jumlah ternaknya juga sudah berkurang. Di samping itu harga DOC juga sudah naik. Tadinya, Rp6.000 per ekor, sekarang jadi Rp17.000 per ekornya,” kata Sony, Kamis (18/8/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”harga-telur-ayam”]
Dia pun menjelaskan harga pakan kini masih di kisaran angka Rp500 ribu per sak. Kondisi itu membuat para peternak hanya bisa pasrah dengan harga yang kini diterapkan. “Per harinya bisa produksi sekitar 300 kilogram. Kami pasarkan selain di Magetan yakni di Jawa Tengah. Sebagian di Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan,” kata Sony.

Tingginya harga saat ini memang sudah dinikmati oleh peternak. Namun, mereka kini tengah fokus untuk menambah jumlah ayam petelur mereka yang dulu sempat belum ditambah imbas jatuhnya harga telur.
Sementara itu, Sumirah, salah satu pedagang di Pasar Sayur I Magetan mengungkapkan jika kini harga telur di pasar mencapai Rp30.000 per kilogramnya. Harga naik terus sejak sepekan terakhir. “Harga telur saat ini Rp30.000 per kilogram. Naik.karena banyak yang punya acara,” katanya. (fiq/ted)






