Malang(beritajatim.com) – Banyak cara bagi para pedagang untuk mendatangkan cuan. Salah satu inspirasi datang dari This is Farm Malang yang mengandalkan penjualan via media sosial untuk memasarkan kambing kurban miliknya secara masif.
This is Farm yang tidak membuka lapak di pinggir jalan memaksimalkan kandang milik mereka yang berada di Jalan Lesanpuro 2, Kedungkandang, Kota Malang untuk berjualan. Di kandang seluas 250 meter persegi itu mampu menampung sekira 60 ekor kambing.
Salah satu anak kandang This is Farm, Brofi menuturkan bahwa berdagang secara online cukup menguntungkan. Sebab mereka bisa menjangkau para pembeli dari luar daerah. Dengan melakukan siaran langsung di tiktok This is Farm Malang menjangkau pembeli hingga Sidoarjo, Surabaya dan Jakarta.
“Kami memilih live streaming untuk berjualan. Karena ada 2 cara mencari cuan pertama pontang-panting dan kedua postang-posting. Allhamdulilah efektif,” kata Brofi, Jumat, (15/5/2026).
Brofi mengungkapkan 60 persen sohibul kurban melakukan transaksi via media sosial setelah mengikuti siaran langsung di Tiktok. 30 persen merupakan relasi pemilik This is Farm dan sisanya merupakan pembeli yang memang sengaja dan sudah mengetahui lokasi kandang.
“Kami lakukan secara transparan agar pembeli benar-benar tahu kambing pilihan. Mulai dari tingginya, jenisnya, harganya hingga jaminan akan perawatan dan pengiriman kambing. Semuanya bisa ditanyakan secara detail saat siaran langsung,” ujar Brofi.
Brofi sendiri berperan sebagai host di This Is Farm. Live streaming biasanya dilakukan sebanyak 3 kali dalam sehari untuk memasarkan kambing kurban This is Farm Malang. Dari 60 an ekor yang tersedia sudah 40 ekor yang terjual untuk Hari Raya Idul Adha 2026.
“Allhamdulilah ramai, yang penting pembeli puas dengan layanan kami. Insha Allah kambing yang terpilih akan kami rawat dengan sepenuh hati meski sudah milik sohibul kurban,” kata Brofi. (luc/ted)






