Blitar (beritajatim.com) – Para peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar kini tengah bergembira. Pasalnya mereka mendapatkan bantuan 73 ton jagung dari Kabupaten Bima.
Bantuan 73.927 kilogram jagung dari Kabupaten Bima ini diterima langsung oleh Bupati Blitar Rini Syarifah berserta sejumlah peternak ayam petelur.
Dalam kesempatan ini, Rini Syarifah menyambut baik bantuan jagung yang difasilitasi oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas). Bantuan ini cukup krusial bagi peternak ayam pasalnya selama ini produksi jagung lokal belum bisa memenuhi kebutuhan.
Hasil produksi jagung di Kabupaten Blitar berdasarkan data tahun 2023 sebesar 244.588 ton. Sedangkan kebutuhan peternak dalam sehari sekitar 900 ton. Kapasitas tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan jagung di Kabupaten Blitar.
“Saat ini di Bima sedang panen raya jagung. Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Bima karena sudah berkenan membantu menyalurkan jagungnya ke Kabupaten Blitar. Untuk itu saya berharap, jagung yang sudah kita terima dapat didistribusikan dengan baik dan dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan peternak,” kata Rini Syarifah, Kamis (16/5/2024).
Sebagai informasi, populasi ternak ayam buras di Kabupaten Blitar tahun 2023 sebanyak 2.342.156 ton dan ayam petelur sebanyak 15.926.411 ton.
Dari jumlah tersebut, produksi daging ayam petelur sebesar 2,9 juta ton dan daging ayam buras mencapai 1,3 ton. Sementara itu hasil produksi telur dari ayam buras 1,3 juta kg dan dari ayam ras sebesar 141 juta kg.
“Saya berpesan kepada pengusaha jagung agar dapat menyerap hasil panen petani dengan harga yang wajar dan adil. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga stabilitas harga jagung di pasaran dan meningkatkan kesejahteraan para petani,” tegasnya.
Pemerintah terus berkomitmen untuk mendukung para petani jagung dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan dengan melalui berbagai program. Salah satunya adalah pupuk bersubsidi, benih unggul, hingga pembangunan infrastruktur pertanian. [owi/suf]






