Tuban (beritajatim.com) – Sebagai upaya untuk semakin mengenalkan produk pupuk organik, PT Pupuk Indonesia (Persero) melakukan kegiatan sosialisasi dan juga melakukan simulasi penyemprotan pemupukan dengan menggunakan drone yang berlangsung di Desa Bandungrejo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Rabu (17/11/2021).
Pupuk organik yang merupakan produk pupuk cair bersubsidi hasil produksi dari perusahaan BUMN tersebut bernama Phonska OCA. Pupuk tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian dari para petani serta bisa mengurangi penggunakaan pupuk kimia.
Informasi yang dihimpun beritajatim.com, penyemprotan pupuk Phonska OCA untuk tanaman dengan menggunakan teknologi drone itu dikenalkan secara bertahap di 14 Kabupaten yang ada di tiga provinsi. Terdiri dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, dan juga Jawa Tengah, termasuk salah satunya di wilayah Kabupaten Tuban tersebut.
“Untuk jadwal pelaksanaan perdana kita lakukan pada tanggal 17 November 2021 atau hari ini. Untuk hari ini dilakukan di Tuban dan Demak,” terang Iyan Fajri, selaku Vice President (VP) Sales Region 4A PT Pupuk Indonesia (Persero) setelah kegiatan itu.
“Keberadaan pupuk cair organik Phonska OCA ini di Tuban sudah diterima dengan baik. Di Tuban ini kalau kita lihat serapan pupuk OCAnya tertinggi se Jawa Timur,” tambahnya.
Ia menambahkan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan serta sarana edukasi kepada petani di Kabupaten Tuban dalam menerapkan pemupukan yang presisi menggunakan teknologi drone pertanian yang lebih mudah dan menyenangkan. Inovasi dari perusahaan pada produk pupuk organik cair Phonska OCA dan peran Kementerian Pertanian adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian yang berkelanjutan dan menjadikan produk Phonska OCA ini menjadi salah satu produk subsidi pada tahun 2021.
“Penambahan pupuk organik cair ini dijalankan pemerintah dengan prinsip efisiensi dan tetap mengedepankan kualitas dan kemudahan dalam aplikasi oleh petani. Tujunanya untuk meningkatkan hasil panen yang optimal,” sambung Iyan.
Sampai dengan saat ini, untuk keberadaan pupuk organik cair Phonska OCA itu hanya tersedia untuk subsidi saja dengan harga Rp 20 ribu per botol. Adapun yang bisa mendapatkan pupuk tersebut merupakan para petani yang sudah masuk dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK) saja.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pertanian”]
Sementara itu, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Tuban yang hadir dalam kesempatan itu menyatakan bahwa dengan adanya pupuk cair organik itu diharapkan mampu menjadi pengganti dari keberadaan pupuk kimia. Selain itu, dengan adanya teknologi penyemprotan menggunakan drone dinilai lebih efektif dan efesien.
“Semoga ketergantungan petani pada pupuk kimia bisa diminimalisasi serta bisa memperbaiki struktur tanah. Dengan adanya penyemprotan dengan drone ini saya rasa sangat efisien. Kalau menggunakan tenaga manusia mungkin waktunya lumayan lama,” terang Wiwin Risti Kuswati, selaku Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban. [mut/but]








