Tuban (beritajatim.com) – Sebesar Rp 58 Miliar untuk pembangunan gedung Instalasi Perawatan Intensif Terpadu (IPIT) RSUD Koesma Tuban akhirnya diresmikan oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky bersama Plt. Direktur RSUD Koesma Tuban drg. Heni Purnomo Wati.
Mas Lindra sapaan Bupati Tuban mengatakan bahwa pembangunan gedung IPIT di RSUD Koesma Tuban ini tujuannya untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang lebih modern, lebih nyaman.
“Ini bentuk pengabdian kita memberikan fasilitas kesehatan yang didesain bisa menangani seluruh jenis penyakit,” tutur Mas Lindra. Selasa (02/12/2025).
Ia juga menjelaskan, bahwa hadirnya gedung IPIT ini tidak hanya ditujukan kepada masyarakat Kabupaten Tuban saja, melainkan seluruh masyarakat baik yang ada di Jawa Timur maupun Jawa Tengah yang ada disekitarnya bisa berobat di sini.
“Kami juga turut memgapresiasi manajemen Koesma untuk pelayanan yang baru, salah satunya tadi adalah penanganan penyakit kanker dan tadi saya lihat sudah ada beberapa teknologi tanpa ada pembedahan atau sayatan,” terang Mas Lindra.
Menurutnya dengan teknologi ini dapat meminimalisir resiko yang terjadi seperti penyakit jantung. Termasuk ada ruang Cathlab yakni tempat dokter dapat mendiagnosa dan mengobati kondisi seperti penyumbatan arteri konorer (penyakit jantung koroner), serangan jantung, penyakit jantung bawaan dan lain sebagainya.
“Termasuk ada urologi juga, tentu semua ini adalah bentuk pengembangan pelayanan Koesma kepada masyarakat,” tambahnya.
Saat disinggung mengenai anggaran dari pembangunan gedung IPIT ini, mas Lindra menyampaikan sebesar Rp 58 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Tuban tahun 2025.
“Anggaran Rp 58 miliar ini tidak hanya gedung IPIT saja, termasuk yang di depan ini juga tahun anggaran 2025 dan totalnya segitu Rp 58 miliar,” ungkap Mas Lindra.
Ditempat yang sama, Plt. Direktur RSUD Koesma Tuban drg. Heni Purnomo Wati menambahkan bahwa gedung IPIT RSUD Koesma Tuban ini ada 5 lantai dengan fasilitas pelayanan kesehatan seperti di lantai 1 yakni Central Sterile Supply Department (CSSD) dan Radiologi, di lantai 2 ruang Nicu, lantai 3 ICU, lantai 4 dan lantai 5 kamar operasi.
“Jadi fasilitasnya ada ruang ICU, HCU, ICCU. Sedangkan, untuk OK ada di dua lantai jumlahnya ada 10 kamar OK,” ujar Heni Purnomo Wati.
Wanita yang akrab disapa Heni ini juga mengungkapkan, bahwa pasien yang ingin menggunakan fasilitas di gedung IPIT yang baru ini bisa menggunakan BPJS Kesehatan. Sedangkan, saat ditanya mengenai gedung lama hanya difokuskan sebagai ruang rawat inap saja. Heni masih mengkaji hal tersebut.
“Kami masih melakukan pengembangan, karena jumlah pasien juga masih kita pikirkan,” pungkasnya. [dya/ian]






