Magetan (beritajatim.com) – Eko Haryanto, petani tomat asal Desa Sumberagung Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan, Jawa Timur mencoba bertahan. Meski tanamannya terkena hama thrips dan pestisida serta pupuk mahal, dia tetap mencoba bertahan.
Eko mengatakan, hama tersebut juga mengakibatkan hasil panen menurun. Tanaman tomat jadi rusak karena daun menggulung dan mengering. Daun yang mengering akan membuat tanaman jadi makin rusak. Alhasil, saat ini banyak tanamannya mati di lahan seluas 2.500 meter persegi tersebut.
“Kondisi sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Bermula dari beberapa pohon, akhirnya malah merambat ke seluruh kebun,” kata Eko saat ditemui di kebun tomatnya, Selasa (9/5/2023).
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/ekbis/produsen-bolu-khas-magetan-kecilkan-ukuran-imbas-bahan-baku-naik/
Pun, hama thrips itu kerap bersembunyi di ketiak daun hingga akhirnya makin banyak. Bahkan, saat ini nyaris semua tanaman tomatnya mati. Beruntung, tanamannya sudah sempat dipanen 4 kali. “Ini mau panen kelima tapi malah terkena hama. Ya kami hanya bisa mencoba bertahan. Karena pestisida mahal, pupuk mahal. Selama ini kami ya merawat sendiri. Belum pernah ada pihak pemerintah yang datang ke sini buat ngecek,” terang Eko.
Pun, Sadikun, warga setempat menerangkan jika yang terkena hama bukan hanya tanaman tomat, tapi termasuk tanaman cabai. “Cabai banyak yang membusuk. Karena kena jamur atau patek itu. Buah cabai jadi busuk,” katanya. (fiq/kun)






