Ngawi (beritajatim.com) – Petani di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, kini tak perlu repot lagi saat menebus pupuk bersubsidi di kios. PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menerapkan digitalisasi penebusan pupuk menggunakan aplikasi i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi).
Dengan aplikasi ini, petani terdaftar cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat menebus pupuk. GM Wilayah 2 Pupuk Indonesia, Roh Eddy Andri W, mengatakan bahwa penerapan aplikasi i-Pubers merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar penebusan pupuk bersubsidi cukup menggunakan KTP.
“Pupuk Indonesia telah mengimplementasikan penebusan secara digital dengan aplikasi i-Pubers di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Kami berharap seluruh petani yang memiliki alokasi subsidi pupuk bisa merasakan kemudahan dalam proses penebusan di kios,” kata Roh Eddy Andri W, Sabtu (6/4/2024).
Aplikasi i-Pubers merupakan hasil kolaborasi Pupuk Indonesia bersama Kementerian Pertanian (Kementan). “Aplikasi ini ditujukan untuk memudahkan para petani dalam proses penebusan pupuk subsidi dengan menerapkan data yang terintegrasi di mitra distributor (kios) antara daftar penerima subsidi e-alokasi dengan data stok pupuk yang ada di Pupuk Indonesia,” terangnya.
Roh Eddy menambahkan bahwa per 1 Februari 2024, implementasi i-Pubers telah mencapai 100 persen secara nasional dan tersedia di lebih dari 27.000 kios di seluruh Indonesia. “Proses penebusan secara digital ini menjawab laporan serapan atau penebusan pupuk bersubsidi yang belum maksimal, salah satunya di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur,” imbuhnya.
Berdasarkan data yang ada, sebanyak 106.067 petani di Ngawi telah menebus pupuk bersubsidi atau 96,68 persen dari total jumlah petani sebanyak 109.709 petani terdaftar dalam RDKK pada tahun 2023.
Pupuk Indonesia Salurkan 6,19 Juta Ton Pupuk Bersubsidi
Meskipun penebusan pupuk bersubsidi di beberapa wilayah tidak 100 persen, Pupuk Indonesia berhasil memenuhi 100 persen target penugasan pemerintah dengan menyalurkan 6,19 juta ton pupuk bersubsidi kepada petani di tahun 2023.
Kinerja positif ini diraih di tengah tantangan global yang kompleks, seperti perubahan iklim dan konflik geopolitik yang mempengaruhi harga komoditas pupuk.
Pupuk Indonesia terus berupaya berinovasi dan memanfaatkan teknologi digitalisasi guna memastikan kelancaran jalur distribusi dan meningkatkan kapabilitas produksi dan distribusi pupuk.
Teknologi Distribution Planning and Control System (DPCS) dimanfaatkan untuk mengawasi distribusi pupuk subsidi secara terintegrasi. “Dengan aplikasi i-Pubers, petani menebus pupuk bersubsidi jauh lebih cepat dan mudah, karena bisa dilakukan cukup dengan membawa KTP bagi petani yang terdaftar pada RDKK,” pungkas Roh Eddy.
Manfaat Penerapan i-Pubers:
Mempermudah petani dalam menebus pupuk bersubsidi.
Meningkatkan akurasi dan akuntabilitas proses penebusan pupuk bersubsidi.
Memperlancar jalur distribusi pupuk bersubsidi.
Meningkatkan kapabilitas produksi dan distribusi pupuk.
Kesimpulan:
Penerapan aplikasi i-Pubers merupakan langkah maju dalam pendistribusian pupuk bersubsidi di Indonesia. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu petani mendapatkan pupuk bersubsidi dengan lebih mudah dan efisien. [fiq/kun]






