Pacitan (beritajatim.com) – Petani di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, tengah dibuat resah akibat serangan hama tanaman padi berupa tikus dan wereng. Serangan hama tersebut dikhawatirkan dapat menurunkan hasil panen jika tidak segera tertangani.
Seperti yang dialami Sunardi, petani asal Dusun Krajan, Desa Karangnongko, Kecamatan Kebonagung. Ia mengaku kewalahan karena tanaman padinya banyak yang rusak akibat dimakan tikus.
“Dimakan tikus, batangnya habis. Sudah beberapa kali diperangkap dan diracun, tapi masih saja,” ujar Sunardi Selasa (20/1/2026).
Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan para petani untuk mengatasi serangan hama tersebut. Mulai dari pemasangan perangkap, pemberian racun, hingga perburuan tikus secara manual menggunakan alat tradisional. Namun, hasilnya belum maksimal dan serangan hama masih terus terjadi.
Tak hanya tikus, petani juga mulai dihadapkan pada ancaman hama wereng yang muncul dalam beberapa hari terakhir. Untuk mengantisipasi hal itu, petani telah melakukan penyemprotan insektisida di area persawahan.
Berdasarkan pengamatan petani setempat, kemunculan hama wereng diduga dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi, terutama yang terjadi pada malam hari.
“Beberapa malam kemarin hujan, terus paginya sudah ada hama wereng. Biasanya memang seperti itu,” pungkas Sunardi.
Petani berharap adanya perhatian dan pendampingan dari pihak terkait agar serangan hama dapat segera dikendalikan, sehingga tidak berdampak lebih luas terhadap produksi padi diwilayah Kebonagung. (tri/ted)






