Magetan (beritajatim.com) – Harapan petani bawang merah Magetan untuk menikmati tingginya harga hampir pupus. Tanaman mereka terancam gagal panen akibat cuaca buruk yang membuat daun berjamur hingga membuat akar membusuk.
Salah satunya seperti milik Darno, petani bawang merah asal Desa Bogoarum, Plaosan, Magetan. Tanaman bawang merah di lahan seluas 800 meter persegi miliknya mengalami busuk daun dan umbi. Penyebabnya cuaca yang sering hujan sehingga daun dan umbi menjadi lodoh.
“Tanaman milik saya yakni usia 35 hari. Banyak yang membusuk akibat cuaca buruk. Hampir semua petani di desa ini mengalami hal serupa. Terancam gagal panen dan tak bisa menikmati tingginya harga bawang di pasaran,” kata Darno, Jumat (15/7/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”bawang-merah”]
Tak hanya, di Desa Bogoarum, petani di Desa Sumberagung, Plaosan pun juga mengalami hal yang sama. Tanaman bawang merah juga lodoh akibat terlalu banyak air hujan. “Kalau sudah hujan ya begini jadinya terserang lodoh. Kalau siang malamnya hujan pasti jadi begini. meski sudah di semprot tetap saja tidak bisa bagus hasilnya,” kata Sular.
Mereka makin sedih karena harga obat juga mahal. Mereka hanya bisa pasrah karena tak mungkin bisa menikmati tingginya harga bawang merah di pasaran yang mencapai Rp70 ribu per kilogramnya. (fiq/kun)






