Gresik (beritajatim.com) – Berawal dari hobi menanam dan merawat bunga, seorang mantan tukang kebun menemukin profesi sebagai petani anggrek. Dari tangan dinginnya, dia mampu menyilangkan ribuan spesies baru anggrek dan sebanyak 50 di antaranya bersertifikasi internasional.
Beragam jenis anggrek yang dikelola Mulyani (39) warga Pandaan, Pasuruan. Mulyani memanfaatkan teras dan lahan kosong di sekitar rumahnya yang disulap menjadi kebun anggrek. Dirinya berhasil menyilangkan beragam jenis anggrek seperti dendrobium menjadi spesies baru anggrek.
Petani yang menjadi binaan Koperasi Keluarga Karyawan Petrokimia Gresik (K3PG) itu mengawali usaha dari tukang kebun. Bapak dua anak tersebut memang memiliki hobi menanam dan merawat bunga telah menghasilkan ribuan spesies baru melalui penyilangan beberapa anggrek dendrobium berkualitas unggul.
Dari ribuan anggrek spesies baru yang dihasilkan, 50 di antaranya telah terdaftar di ‘The Holticultural Society’ atau lembaga sertifikasi internasional yang berpusat di London, Inggris.
Anggrek varietas dendrobium Petro Golden Beyouty yang eksotik merupakan karya persilangan terbarunya. Varietas ini merupakan hasil persilangan anggrek jenis dendrobium.
Sebelumnya Mulyani telah melahirkan varietas baru anggrek dengan mengabadikan nama tokoh anggrek. Di antaranya anggrek dendrobium varietas Sri Mulyani dan varietas Arumi Bachsin.
“Untuk menghasilkan varietas baru anggrek membutuhkan waktu selama tiga hingga empat tahun. Dimulai dari pemilihan induk, pembibitan, persemaian hingga pembudidayaan,” ujar Mulyani, Kamis (18/08/2022).
Mengenai harga cukup bervariatif. Mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Bergantung dari jenis dan kualitas varietasnya.
“Harga tanaman anggrek bervariatif tergantung penyilangannya. Semakin langka harganya bisa selangit,” ungkap Mulyani.
[berita-terkait number=”4″ tag=”petrokimia-gresik”]
Sementara Awang D.Bachtiar selaku Ketua Pengurus K3PG mengatakan, varietas baru anggrek dendrobium Petro Golden Beyouty memiliki keunikan. Di antaranya karakter bunganya lebar, berwarna kuning kecoklatan dan khas anggrek Jawa Timur.
“Varietas baru anggrek dendrobium Petro telah bersertifikat internasional, dan ini juga sebagai bentuk apresiasi petani anggrek,” pungkasnya. [dny/but]






