Gresik (beritajatim.com) – Kelangkaan pupuk tidak membuat petambak ikan kelimpungan. Mereka punya cara unik agar panen terus melimpah.
Seperti yang dilakukan oleh petambak ikan bandeng di Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Mereka memilih menggunakan pupuk organik profam.
Kepala Desa Pangkahwetan, Syaifullah Mahdi, yang juga petambak ikan bandeng menuturkan, sejauh ini uji coba menggunakan pupuk organik profam berjalan lancar. Selama 4 bulan ini, pertumbuhan ikan bandeng cenderung baik.
“Dari lahan hampir 3 hektar ini. Kita mencoba 60 ribu bibit bandeng setara 12 rean. Meski umumnya cuma 2-3 rean. Dalam 4 bulan mulai Agustus 2023 sampai sekarang sudah berkisaran 1 kilo 3 ekor, paling kecil 1 kilo 4 ekor,” tuturnya, Jumat (22/12/2023).
Dengan uji coba ini lanjut dia, dapat menjadi titik balik dalam menghadapi situasi kelangkaan pupuk.
“Ketika kami dihadapkan problem kelangkaan pupuk, ada solusi cerdas berupa pupuk profam. Dimana, idealnya 1 hektar 1 ton dengan harga per kilo Rp2.500, maka 1 ton biaya yang dikeluarkan Rp2,5 juta,” ungkapnya.
Solusi tersebut, kata Syaifullah, secara langsung menjadi angin segar untuk para petani tambak. Yang awalnya secara umum 1 hektar menghabiskan Rp7 juta hanya membeli pupuk, kini dapat teratasi dengan pupuk organik profam.
Cara yang dilakukan petambak ikan bandeng Desa Pangkahwetan itu mendapat apresiasi dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Mantan Ketua DPRD Gresik itu menuturkan, desa ini telah dinobatkan sebagai Kampung Bandeng karena mampu menghasilkan hingga 1,8 ton di areal tambak seluas 3 hektar dalam sekali panen.
“Total luas areal budidaya di Kampung Bandeng Desa Pangkahwetan mencapai 330 hektar. Melihat potensi ini, berbagai upaya terus dilakukan demi memaksimalkan produktivitas ikan bandeng,” tuturnya.
Ia menambahkan, saat ini permasalahan yang dihadapi adalah kelangkaan pupuk tambak bersubsidi. Untuk itu, dirinya bersama seluruh lembaga terkait menerapkan uji coba satu tambak bandeng dengan demonstrasi plot (Demplot) pupuk organik.
“Ini menjadi sebuah solusi bila pupuk kimia terus berkurang kedepannya. Sehingga, dapat terus menjaga sustainability kampung bandeng di Gresik. Harapannya, ini bisa menjadi inspirasi kepada petani tambak yang lain,” imbuhnya.
Sementara Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyatakan dirinya berterima kasih kepada Bupati Gresik karena telah mengizinkan riset budidaya ikan air payau menggunakan pupuk organik. Hal ini akan sangat bermanfaat apabila terjadi kelangkaan pupuk kimia.
“Ketika ada kelangkaan pupuk kimia dan pupuk subsidi, ini akan menjadi permasalahan oleh petambak. Untuk itu, menggunakan pupuk tersebut sudah menjadi tradisi. Maka kita melakukan riset bagaimana pupuk organik dapat menumbuhkan ganggang, dan yang lain sebagai pakan ikan alami,” pungkasnya. [dny/beq]






