Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 125 orang lanjut usia (lansia) diskrining sebelum menjalani operasi katarak. Mereka mendapatkan pelayanan medis dari Sentra Margo Laras Kementrian Sosial. Rencananya para lansia akan segera dioperasi.
Pemeriksaan dan operasi katarak ini dilakukan dalam memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN). Dengan menggandeng Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Jawa Timur, para lansia diperiksa terlebih dulu kesehatannya.
“Dari 176 yang sebelumnya mendaftar yang hadir ada 125 lansia yang kami lakukan skrining,” tutur Kepala Sentra Margo Laras Pati Proboretno kuncororini, Jumat (22/12/2023).
Para lansia itu diperiksa di ruang RSUD Ibnu Sina. Satu per satu dicek ketajaman penglihatan, pemeriksaan tekanan bola mata, hingga pemeriksaan biometri.
“Tercatat ada 49 lansia yang lolos skrining. “Tapi kemungkinan masih bertambah, yang jelas 49 lansia itu akan menjalani operasi katarak,” ujar Proboretno.
Selama ini, lanjut dia, penyakit katarak tidak bisa dihindari, tapi bisa dicegah. Katarak merupakan kondisi lensa mata yang semula jernih lapisannya makin lama makin padat. Sehingga, cahaya yang masuk tidak bisa sempurna.
“Pemeriksaan awal, juga dites penglihatannya untuk mengetahui ketajaman penglihatan pasien,” ungkapnya.
Asriah (60) salah satu pasien mengatakan, dirinya sudah pernah operasi katarak pada mata kanannya. Namun, saat ini mata kirinya mengalami gangguan. Sehingga, dirinya mengikuti operasi katarak ini.
“Mata sebelah kanan pernah dioperasi. Tapi saat ini yang kiri penglihatannya juga kabur. Untuk itu, saya memutuskan mengikuti operasi katarak,” katanya.
Adanya operasi katarak dari Kemensos ini Asriah merasa terbantu. Pasalnya, jika sudah katarak, tindakan yang harus dilakukan adalah operasi. [dny/but]






