Lamongan (beritajatim.com) – Pengurus Pusat (PP) Persatuan Santri Alumni Sunan Drajat (Pessandra) menggelar kegiatan doa bersama yang bertajuk ‘Pray From Home, Munajat Alumni Ndrajat Untuk Keselamatan Bangsa’. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung melalui aplikasi video conference, hal itu tidak lepas dari imbauan pemerintah untuk melakukan pembatasan aktivitas di luar rumah selama PPKM Darurat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PP Pessandra, Dr. Sulanam mengungkapkan, bahwa pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian santri alumni Pondok Pesantren Sunan Drajat atas kondisi bangsa yang tengah dilanda lonjakan kasus Covid-19. Diketahui, kegiatan ini digelar selama 7 hari berturut-turut yang dimulai sejak tanggal 13 Juli lalu.
“Kegiatan ini sebagai wujud tanggungjawab spritual yang dilakukan oleh Pessandra dalam menyikapi situasi sulit di tengah mewabahnya Covid-19 serta beberapa dampaknya terhadap stabilitas sosial-ekonomi Bangsa dan Negara akhir-akhir ini,” ungkap Sulanam kepada beritajatim.com, Sabtu (17/7/2021).
Lebih lanjut, Sulanam menyampaikan, kegiatan ini juga disiarkan secara langsung di akun resmi Pessandra melalui Facebook dan Youtube yang diikuti oleh santri dan alumni Sunan Drajat dari berbagai daerah mulai Sabang sampai Merauke. Acara munajat ini diawali dengan pembacaan yasin dan tahlil bersama serta dilanjutkan dengan pembacaan wirid Ayat Kursi dan Sholawat Malaikat sebanyak 313 kali yang diijazahkan langsung dari Prof. Dr. KH Abdul Ghofur selaku pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD).
“Di tengah situasi Covid-19, ikhtiar lahir sudah dilakukan secara massal oleh pemerintah. Tetapi sebagai hamba yang beriman, kita tidak boleh melupakan ikhtiar batin, yakni mendekatkan diri serta memohon kepada Allah Swt. Kita harus tetap optimisme terhadap rencana-rencana yang Allah berikan kepada kita. Jadi kita harus terus berhusnudzon di samping kita terus berikhtiar secara dhohir,” terang Sulanam.
Selain itu, dalam doa bersama ini juga dilakukan tahlil untuk keluarga ndalem PPSD yang telah wafat beberapa hari yang lalu, yakni Putra KH Abdul Ghofur yang bernama Alm H. Anwar Mubarok (Gus An) dan Alm H. Ahmad Machsun Haji. Serta kepada seluruh masyayih, alumni PPSD, dan keluarganya yang telah mendahului.
“Saat pandemi Covid-19, kami mengajak kepada semuanya untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan memperbanyak doa agar kita semua senantiasa terjaga dari segala serangan wabah maupun virus yang membahayakan ini. Tentu kita juga berharap, semua ini segera berakhir dan yakinlah hanya Allah yang bisa mengakhirinya. Mari kita mengambil hikmah dan pelajaran berharga dari pandemi ini,” harapnya.
Seperti yang telah dikatakan oleh Ketua Umum PP Pessandra, Dr Sulanam, bahwa kegiatan doa bersama yang dilakukan secara virtual ini diikuti sekitar 300-400 peserta tiap harinya, di antaranya terdapat sejumlah Publik Figur, Tokoh Nasional, dan berbagai kalangan dari beberapa daerah mulai Sabang sampai Merauke, hingga peserta yang berasal dari luar negara.
“Memang kegiatan ini kita peruntukkan bukan hanya bagi alumni saja, tetapi juga untuk masyarakat umum. Sehingga beberapa di antaranya yang sering mengikuti kegiatan ini ada yang dari luar Negara, yakni dari Malaysia, Singapura, dan bahkan dari benua Afrika bagian Barat seperti Guinea” papar Sulanam.
Keikutsertaan peserta video conference ‘Munajat Alumni Ndrajat’ dari luar benua tersebut sontak menarik perhatian banyak orang. Pasalnya, salah satu peserta yang bernama Youssouf Bah (21) dari Conakry Guinea ini sangat berantusias mengikuti kegiatan ini setiap harinya, meskipun dirinya bukanlah termasuk Alumni PPSD.
Dalam kesempatan ini, saat Youssouf Bah dimintai tanggapan dan keterangannya oleh beritajatim.com terkait keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut, pihaknya mengaku, bahwa dirinya sengaja mengikuti doa bersama ini lantaran pada awalnya tertarik dengan negara Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di Dunia serta beragam aktifitas keIslamannya, dan saat melakukan pencarian di internet, pihaknya menemukan link kegiatan doa bersama secara virtual itu.
“J’aime beaucoup ce pays. Parce que c’est le pays qui compte le plus de musulmans au monde. J’aimerais bien y aller un jour découvrir par mes propres yeux. Saya sangat menyukai negara ini (Indonesia), karena itu adalah negara dengan muslim terbanyak di dunia, saya ingin pergi ke sana suatu hari nanti untuk melihatnya secara langsung,” aku Youssouf yang juga seorang muslim sunni tersebut saat dihubungi melalui Whatsapp, Sabtu (17/7/2021).

Lebih jauh, Youssouf juga menyampaikan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi atas kegiatan doa bersama yang digelar oleh PPSD ini. Sebagai mahasiswa yang masih menempuh study di Université Général Lansana Conté di Conakry Guinea, ia menambahkan, kegiatan tersebut sangat menambah wawasannya, khususnya dalam hal doa dan bacaan wirid. “J’ai aimé toute la partie de la réunion, saya menyukai seluruh bagian dari pertemuan (munajat Alumni Ndrajat),” sambungnya.
Selain terpikat oleh keberagamaan muslim di Indonesia, Youssouf juga mengaku tertarik dengan keragaman etnis, suku dan budaya yang ada di Indonesia. Oleh karena itu ia berharap pandemi di Indonesia bisa segera sirna, dan keinginannya untuk bisa datang ke Indonesia dikabulkan oleh Allah sehingga bisa belajar lebih banyak tentang Indonesia.
“J’espère que Dieu m’aidera, Car lui seul peut aider une personne à atteindre ses objectifs. Saya berharap Tuhan akan membantu saya, karena hanya dia yang bisa membantu seseorang mencapai tujuannya. Dommage. Alors faite attention mon ami que dieu vous protège. Sayang sekali (masih ada pandemi). Jadi tetap berhati-hati kepada teman-teman, semoga Tuhan melindungi,” tuturnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Youssouf merupakan seorang mahasiswa bidang lingkungan yang berasal dari Conakry Guinea. Sukunya bernama Peulh atau foulbhe, ia merupakan anak ketiga dari 6 bersaudara. Ayahnya bernama Adama dan Ibunya bernama Hassanatou. Ayahnya bekerja sebagai pemasok peralatan kontruksi bangunan di negaranya.
Sebagai mahasiswa, Youssouf sangat mengidolakan sosok Nelson Mandela. Selain hobi menulis dan membaca Alquran, Ia juga suka membaca novel-novel Afrika yang ditulis oleh Thierno Mo Nenenbo. Berdasarkan laporan yang disampaikam Youssouf, saat ini kasus Covid-19 di Guinea telah aman dan terkendali, yang ada hanya hujan. [riq/but]







