Kediri (beritajatim.com) – Pembunuhan pesilat wanita YB (16) di kamar kos Kediri terbongkar. Remaja putri asal Kandat, Kabupaten Kediri itu ternyata dihabisi mantan pacarnya dengan racun sianida.
Awalnya YB dikira overdosis minuman keras (miras). Sebab, saat ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Lingkungan Cowekan, Pesantren, Kota Kediri, pada Selasa siang (20/2/2024) lalu mulutnya berbusa dan disampingnya terdapat satu botol miras jenis vodka.
Tetapi hasil penyelidikan Satreskrim Polres Kediri Kota berkata lain. Korban tewas akibat dibunuh oleh mantan pacarnya dengan cara diracun. Pelaku mencampurkan racun sianida di dalam minuman meras vodka yang dikonsumsi korban.
Pelaku sudah berhasil diringkus oleh petugas. Ternyata, motif pelaku menghabisi bekas pujaan hatinya tersebut karena cemburu gadis pekerja angkringan itu telah menjalin hubungan asmara denga pria lain.
Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Nova Indra Pratama mengatakan, dari hasil otopsi ditemukan indikasi bahan kimia dalam tubuh korban. Bahan kimia yang dimaksud adalah racun sianida. “Nggih leres,” jawab AKP Nova Indra Pratama membenarkan korban tewas akibat diracun sianida oleh pelaku, pada Sabtu malam (2/3/2024).
Informasi yang diperoleh beritajatim.com, pelaku pembunuhan berinisial MF (19) mantan pacar korban. Pelaku sudah diciduk oleh polisi dari rumahnya di Desa Pagu, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.
Salah seorang saksi melihat pelaku datang ke kamar kos korban, pada Minggu (18/2/2024) siang. Kemudian pelaku keluar dari kamar kos pada sore harinya.
Di dalam kamar kos, pelaku mengajak korban minum miras vodka. Agar tak curiga, pelaku minta mantan pacarnya membeli makanan ringan untuk teman berpesta miras.
Pada saat korban keluar itulah pelaku mencampurkan racun sianida pada miras. Gelas pertama diminum korban. Sementara gelas kedua diminum oleh pelaku. Tetapi pelaku tidak menelannya, melainkan memuntahkan.
Tak lama berselang, korban mengeluh sakit perut. Dia langsung masuk ke kamar mandi. Sementara pelaku menunggu di luar. Hingga akhirnya korban lemas dan meregang nyawa.
Jenazah korban baru ditemukan pada hari Selasa (20/2/2024) sekitar pukul 12.00 WIB oleh pemilik kos. Saat hendak bersih-bersih area kosan, saksi melihat pintu kamar korban tidak terkunci. Setelah dilihat, korban sudah dalam keadaan terletang dengan posisi menghadap ke barat di atas kasur.
Sementara dari mulutnya keluar busa. Kemudian pemilik korban memanggil Ketua RT setempat. Setelah dicek bersama-sama, ternyata korban sudah tidak bernyawa. Kasus kematian penghuni kos tersebut akhirnya ditangani oleh aparat kepolisian. [nm/kun]






