Surabaya (beritajatim.com) – Berbeda dengan Pra Porprov ke VII sebelumnya, Pra Porprov VIII hanya melibatkan 20 tim dari kota dan kabupaten di Jawa Timur dalam cabang olahraga basket.
Penurunan jumlah peserta dalam tahap kualifikasi Pra Porprov ini dapat dijelaskan oleh sejumlah faktor. Grace Evi, Ketua Perbasi Jawa Timur, berbicara di GOR Kertajaya Surabaya pada Selasa (8/8/2023), mengungkapkan bahwa dari 20 tim yang berpartisipasi, hanya 16 tim yang akan dipilih untuk melanjutkan kompetisi.
Evi mengakui bahwa partisipasi dalam Pra Porprov kali ini mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, di mana terdapat 34 tim yang ambil bagian di luar tim tuan rumah. “Beberapa kendala yang dihadapi termasuk masalah anggaran, atlet-atlet yang pindah, serta bentrok jadwal dengan acara lain seperti Popnas (26 Agustus) dan acara lainnya,” ujar Evi.
Pada tahap berikutnya, tim-tim ini akan bersaing di tiga tempat tuan rumah: Sidoarjo, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Mojokerto. Selain itu, Kota Surabaya juga akan berpartisipasi sebagai juara Porprov Jatim VII tahun 2022.
“Kami membagi Pra Porprov ini menjadi empat wilayah, yaitu wilayah utara, timur, selatan, dan barat. Sebanyak 16 tim terbaik akan dipilih dari total tim yang berpartisipasi,” jelas Evi.
Pada tahap kualifikasi ini, hanya kompetisi basket putra yang diadakan, sementara cabang basket putri tidak akan dipertandingkan dalam Pra Porprov karena hanya terdapat 18 tim, termasuk tim tuan rumah, yang mendaftar. Meskipun demikian, Evi berharap bahwa meskipun jumlah peserta berkurang, tetap dapat menghasilkan atlet-atlet berkualitas yang dapat mewakili Jawa Timur dalam kompetisi tingkat lebih tinggi. (way/kun)
BACA JUGA: Porprov Jatim 2023: 10 Cabang Olahraga Akan Bersaing di Jombang






