Jombang (beritajatim.com) – Pondok pesantren Tebuireng Jombang mengeluarkan penyataan sikap secara tegas terkait Pilpres (Pemilihan Presiden) 2024.
Pesantren yang didirikan pada tahun 1899 oleh Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari ini menegaskan tidak terlibat politik praktis dan tetap netral di Pilpres 2024 tersebut. Pernyataan sikap itu ditandatangani oleh pengasuh Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, 7 Februari 2024.
Pernyataan itu sekaligus membantah pemberitaan yang beredar kemarin bahwa pesantren Tebuireng Jombang mendukung dan menyarankan santrinya mendukung Paslon nomor 2, Prabowo-Gibran.
Humas pesantren Tebuireng Jombang M Abror Rasyidin membenarkan adanya pernyataan sikap tersebut. Dia kemudian menunjukkan penyataan sikap yang berisi lima poin itu,
Pertama, Pesantren Tebuireng selalu menjaga marwah pesantren dengan berasaskan kebangsaan untuk kemaslahatan umat, sebagaimana diajarkan oleh Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.
Kedua, Pesantren Tebuireng tidak pernah terlibat politik praktis, termasuk memberikan dukungan terbuka dalam kontestasi pemilihan presiden dan wakil presiden.
Ketiga, Pesantren Tebuireng tetap dalam posisi netral dan tidak berpihak dalam Kontestasi Pilpres 2024 dalam rangka menjaga persatuan dan semangat ukhuwah.
Keempat, Pesantren Tebuireng senantiasa menerima dan menghormati tamu yang bersilaturahim sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.
Terakhir, adanya kegiatan ‘pemberian dukungan’ terhadap salah satu Paslon Pilpres 2024 di acara ‘Mudzakarah Indonesia Maju’ yang diadakan di lokasi parkir KMGD (dKawasan Makam Gus Dur) adalah di luar kawasan Pesantren Tebuireng.
Sehingga tidak mewakili sikap kelembagaan Pesantren Tebuireng, melainkan merupakan sikap personal. “Demikian hal ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian,” tulis pernyataan sikap yang diteken oleh KH Abdul Hakim Mahfudz itu. [suf]







