Surabaya (beritajatim.com) – Menkominfo Budi Arie Setiadi memberikan pidato pada puncak Hari Ulang Tahun (HUT) beritajatim.com ke-18. Dalam pidatonya Budi Arie memberi empat langkah strategis yang dapat dilakukan media pada era disrupsi teknologi ini.
Langkah pertama, ungkap Menkominfo, adaptif, terhadap perkembangan teknologi dan perencanaan bisnis yang sesuai. Kedua, media cyber perlu bersikap adaptif dan sikap resident dengan menyiapkan sumber daya manusia yang ahli.
“Kemudian langkah ketiga, meningkatkan keteguhan data dalam berbagai data, untuk memastikan informasi yang diproduksi akurat. Langkah keempat, lakukan penyesuaian secara real time dan efektif,” ungkapnya pada Kamis 2 Mei 2024 melalui sambungan Zoom.
Menkominfo Budi Arie berharap pada beritajatim.com agar terus berkembang dan berkontribusi positif untuk kemajuan bangsa dan negara. Saat ini, perkembangan media yang kian pesat, membawa peluang dan tantangan bagi media cyber, seperti Artificial Intelligence(AI) dan lainya.
“Media cyber terus berkembenga dan terus warna baru dan imersif. Namun di sisi lain, tidak dapat dipungkiri media cyber rawan terhadap malware yang berpotensi mendisrupsi media dan menyebabkan rasa tidak aman dalam produksi media,” ungkapnya.
Namun, kehadiran AI juga mampu memfasilitasi media. Agar AI tidak mengacau terhadap ekosistem media maka diperlukan langkah strategis, perlu upaya strategis jangka panjang dalam menghadapi era disrupsi. Empat langkah di atas bisa jadi langkah strategi media.
“Perubahan menuju digitalisasi ini, membawa banyak perubahan dalam penataan media, kita yakin bisa terus tembus dan bertahan di tengah pesatnya teknologi,” katanya.
Kominfo terus berkomitmen mendukung jurnalisme berkualitas. Menurut Menkominfo, untuk mewujudkan jurnalisme berkualitas dan menjaga keberlangsungan pers diperlukan penggunaan jurnalisme dengan ekosistem sehat
“Saya yakin beritajatim.com, terus menjadi media modern yang mencerdaskan masyarakat jatim dan Indonesia. Saya harap beritajatim.com selalu aktual, faktual dan dapat menjadi media penangkal hoax,” tutup Arie Budi Setiadi. (dan/ian)






