Kediri (beritajatim.com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri imbau masyarakat pendukung presiden wakil presiden tidak terlalu euforia atas quick count atau hitung cepat. Sebab, hal berlebihan dapat berpengaruh terhadap situasi keamanan dan ketertiban.
“Semua pihak hendaknya tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hasil pemilu berdasarkan quick count yang disampaikan oleh lembaga-lembaga survei,” ucap Ketua PCNU Kota Kediri KH Abubakar Abdul Jalil, pada Jumat (16/2/2024).
Pengasuh ponpes Salafiyyah Bandar Kidul Kota Kediri ini meminta semua pihak menjaga situasi tetap kondusif usai Pemilu 14 Februari 2024. Pihaknya minta semuanya tetap menjaga tali persaudaraan.
“Semua pihak hendaknya tetap menjaga situasi yang kondusif dengan tetap menjaga sikap saling menghormati dan tenggang rasa,” ujar Gus Ab, panggilan akrab KH Abubakar Abdul Jalil.
“Semoga Allah Subhanahu wataala, Tuhan Yang Maha Esa, memberikan rahmat dan pertolongan kepada bangsa Indonesia sehingga tetap bersatu, berdaulat, dan maju,” pintanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ab juga memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, TNI- Polri yang telah menyukseskan Pemilu 2024, sehingga bisa berjalan aman dan damai.
“Kami mengapresiasi masyarakat yang telah berpartisipasi dan menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab dan tertib TPS,” lanjut Gus Ab.
“Terima kasih pada TNI Polri dalam hal ini Polres Kediri Kota, dan semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan pemilu sehingga berlangsung aman, tertib, dan lancar mulai dari proses pemungutan hingga penghitungan suara,” pungkasnya. [nm/ted]






