Timnas Indonesia akan menjalani lanjutan pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 menghadapi Australia di Sydney Cricket Stadium, Australia. Publik sepak bola Indonesia berharap timnas Indonesia bisa mencuri poin, atau bahkan mencuri kemenangan. Masyarakat Indonesia, yang mayoritas muslim, mengharapkan ada berkah Lailatul Qodar bersamaan dengan pelaksanaan pertandingan itu.
Pertandingan akan digelar Kamis 20 Februari, bertepatan dengan malam ke-21 Ramadhan 1446 H. Bagi umat Islam, malam ke-21 adalah malam istimewa, karena diyakini sebagai malam turunnya Lailatul Qodar. Dalam keyakinan Islam, Lailatul Qodar adalah malam yang lebih baik dibanding dengan seribu bulan. Lailatul Qodar diyakini turun pada malam-malam ganjil, pada 10 malam terakhir Ramadhan.
Ditilik dari peringkat FIFA, posisi Australia jauh di atas Indonesia. Sekarang Australia berada pada peringkat ke-24, sedangkan Indonesia di peringkat ke-94. Tetapi, peringkat ini tidak menjadi satu-satunya faktor penentu. Buktinya, Indonesia bisa mengalahkan Arab Saudi yang berada para peringkat ke-59.
Sepak bola Indonesia sangat kental dengan faktor non-teknis. Karena itu, faktor Lailatul Qodar diharapkan bisa membawa berkah bagi Timnas Indonesia. Selain itu, Timnas Indonesia sedang berada pada spirit yang tinggi dengan hadirnya Patrick Kluivert sebagai head coach baru menggantikan Shin Tae Yong.
Ini adalah pertandingan pertama bagi Kluivert, sekaligus ajang pembuktian baginya. Publik Indonesia sempat shock ketika STY dipecat. Ketika nama Kluivert diumumkan sebagai pengganti, banyak yang skeptis dan mencibir. Catatan prestasi Kluivert sebagai pemain memang berkilau. Tapi, sebagai pelatih prestasi Kluivert medioker.
Tapi, Kluivert didukung oleh tim pelatih yang cukup meyakinkan. Salah satunya ada Alex Pastoor, yang disebut-sebut sebagai ‘’senjata rahasia’’ di balik Kluivert. Publik menunggu racikan Kluivert dan teman-temannya dalam meredam agresivitas The Socceroos.
Indonesia punya modal kepercayaan diri karena pada leg pertama September 2024 berhasil menahan imbang Australia 0-0. Karena itu target untuk mencuri poin di kandang lawan bukan target yang muluk. Tidak mustahil pula Indonesia bisa mencuri kemenangan.
Indonesia ketambahan 3 amunisi baru hasil naturalisasi. Emil Audero Mulyadi melapis Marten Paes di bawah mistar gawang. Joey Pelupessy menjadi tambahan kekuatan di back kanan, dan Dean James akan menambah opsi di posisi gelandang.
Indonesia berharap bisa menyapu bersih 3 pertandingan terakhir dan mengunci tiket ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Indonesia berharap bisa mencuri satu poin di Sydney. Kemudian Indonesia akan memaksimalkan kans untuk mengalahkan Bahrain di GBK, 25 Maret. Puncaknya, Indonesia akan bertekad mengunci kemenangan melawan China di GBK 5 Juni. Kalau Indonesia bisa mengumpulkan total 12 poin posisinya akan aman untuk lolos ke Amerika.
Melawan Bahrain Indonesia berada di atas angin. Keberhasilan menahan Bahrain 2-2 di leg pertama menjadi modal yang sangat penting bagi Indonesia. Gol penyeimbang dari Bahrain di masa injury time memicu kontroversi karena tambahan waktu yang dianggap berlebihan.
Pertandingan melawan China akan menjadi revans yang emosional. Kekalahan 1-2 pada leg pertama sangat mengecewakan publik Indonesia. Ketika itu Indonesia punya kesempatan untuk menang, karena China belum pernah menang sebelumnya. Tapi, di luar dugaan penampilan Indonesia mengecewakan.
Muncul spekulasi mengenai konflik di ruang ganti antara sejumlah pemain dengan STY. Muncul spekulasi bahwa STY mulai kehilangan kepercayaan di ruang ganti. Setelah kekalahan dari China itu sebenarnya vonis terhadap STY sudah diketok. PSSI tinggal mengatur setting untuk mendepak STY. Kegagalan di Piala AFF menjadi ‘’nail in the coffin’’, paku di peti mati STY.
Pertandingan leg kedua melawan China akan menjadi pelampiasan dendam yang emosional. Kalau skenario melawan Australia dan Bahrain berjalan sesuai rencana, maka pertandingan melawan China akan menjadi partai final yang akan menjadi tonggak sejarah bagi sepak bola Indonesia.
Pertandingan itu akan menjadi ‘’moment of truth’’ bagi sepak bola Indonesia. Momen itu juga akan menjadi puncak pembuktian eksperimen Erick Thohir terhadap sepak bola Indonesia. Jalan pintas naturalisasi yang ditempuh Erick Thohir selama ini akan menemukan momentumnya.
Indonesia akan mendapatkan ‘’lailatul qodar’’ kalau lolos ke Piala Dunia 2026. Para pengritik Erick Thohir terpaksa harus diam ketika Indonesia lolos ke Piala Dunia melalui short cut naturalisasi.
Dhimam Abror,
Pengamat Sepak Bola






