Bojonegoro (beritajatim.com) – Pertamina berupaya memastikan pemerataan distribusi LPG 3 kg dan menjaga ketersediaan stok di tengah meningkatnya konsumsi pasca lebaran. Salah satu upayanya, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus melakukan penambahan jumlah pangkalan LPG di Kabupaten Bojonegoro.
Per April 2025 ini, sebanyak 31 pangkalan baru resmi ditambahkan, sehingga jumlah total pangkalan LPG di Bojonegoro kini mencapai 1.414 unit dari sebelumnya 1.383.
“Ini merupakan salah satu solusi jangka menengah untuk memperkuat distribusi LPG 3 kg, agar lebih mudah diakses masyarakat dengan harga sesuai HET,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, Jumat (25/4/2025).
Sebelumnya, masyarakat di beberapa kecamatan seperti Ngraho, Padangan, Kalitidu, dan Sugihwaras sempat mengeluhkan kesulitan mendapatkan LPG 3 kg. Kondisi ini menyebabkan harga eceran naik dari Rp19.000 menjadi Rp22.000 per tabung.
Ahad menjelaskan, lonjakan konsumsi terjadi karena banyak warga yang kembali dari perantauan usai Lebaran, serta meningkatnya pembelian di luar kebutuhan normal oleh rumah tangga dan pelaku UMKM. Di sisi lain, aturan pembatasan pembelian oleh pengecer maksimal 10 persen dari alokasi pangkalan membuat distribusi tidak merata.
Selain penambahan pangkalan, Pertamina juga telah menyalurkan LPG tambahan (fakultatif) pada 1 April sebanyak hampir 18 ribu tabung dan kembali menyalurkan hingga 23 ribu tabung pada 18 April lalu. Penyaluran tambahan ini akan terus dilakukan selama bulan April 2025 untuk menstabilkan pasokan.
“Masyarakat agar membeli LPG 3 kg langsung di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai HET, yakni Rp18.000 per tabung,” pungkasnya. [lus/but]






