Madiun (beritajatim.com) – Kenaikan harga minyak dunia membuat Pertamina menyesuaikan harga BBM dan BBK termasuk bright gas. Muhammad Salman Al Farisy, Sales Branch Manager Pertamina Madiun membenarkan jika di Kota Madiun pun sudah ada penerapan itu. Untuk Bright Gas 5,5 kg harga naik mulai Rp15.000 hingga Rp20.000.
“Karena ada kenaikan harga minyak bumi hampir mencapai dua kali lipat dari sebelumnya jadi Pertamina memberlakukan penyesuaian harga. Untuk bright gas ini naiknya sekitar Rp15.000 hingga Rp20.000,” kata Salman pada beritajatim.com, Selasa (12/7/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”elpiji”]
Dia mengungkapkan untuk saat ini untuk harga elpiji subsidi masih tetap di angka Rp16.000 di tingkat agen. Sehingga, pihaknya akan memantau dalam seminggu ke depan jika ada peralihan konsumen yang menggunakan elpiji non subsidi ke elpiji bersubsidi.
“Kami akan pantau terus, sementara memang belum terlihat switching-nya. Karena elpiji berbeda dengan BBM ya, elpiji kan habisnya visa seminggu dua minggu, sehingga seminggu lagi akan kami pantau apakah ada peralihan atau tidak,” katanya.
Sebelumnya, Pertamina telah melakukan monitoring dan evaluasi mengajak unsur pemerintah provinsi dan kabupaten kota. Khususnya memantau dan meminta para pengusaha hotel, restoran, dan kafe (horeka) untuk menggunakan elpiji non subsidi.
“Untuk pengusaha dan rumah tangga kan memang diimbau untuk menggunakan elpiji yang non subsidi. Agar elpiji subsidi dipergunakan pada warga yang kurang mampu sehingga bisa tepat sasaran,” katanya seraya menyebut akan segera melakukan antisipasi switching penggunaan elpiji non subsidi ke elpiji bersubsidi sehingga kuota elpiji bersubsidi untuk Kota Madiun bisa cukup. [fiq/suf]






