Jakarta (beritajatim.com) – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam penghematan energi melalui berbagai program yang diterapkan di lingkungan kerja hingga masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari strategi mendukung keberlanjutan energi di tengah dinamika geopolitik global.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan bahwa gerakan hemat energi kini menjadi kebutuhan bersama, tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga masyarakat luas.
“Gerakan bersama menghemat energi makin diperlukan untuk mendukung upaya Pemerintah dalam menjaga keberlanjutan energi di tengah dinamika geopolitik global saat ini,” ujarnya.
Di lingkungan internal, Pertamina mendorong pekerja untuk menggunakan transportasi publik. Perusahaan menyediakan layanan shuttle bus yang menghubungkan kantor dengan berbagai titik transportasi umum seperti stasiun dan halte bus, termasuk akses ke kereta commuter line.
Program ini tidak hanya diterapkan di Jakarta, tetapi juga di berbagai unit kerja daerah dengan sistem antar-jemput menuju titik strategis dan kawasan permukiman. Untuk aktivitas dinas dalam kota, pekerja juga dianjurkan menggunakan kendaraan kantor secara bersama guna menekan penggunaan kendaraan pribadi.
Selain transportasi, budaya hemat energi juga diintegrasikan dengan gaya hidup sehat melalui program “Sehat Bugar dan Senang” (SEBUSE). Dalam program ini, pekerja didorong untuk berjalan kaki ke titik transportasi publik atau menerapkan konsep bike to work.
“Berbagai program dikembangkan Pertamina sebagai budaya di internal pekerja, sehingga selain berdampak pada kebugaran tubuh, juga menghemat energi yang jauh hari sudah dilakukan,” tambah Baron.
Budaya efisiensi energi ini juga diperluas ke masyarakat. Salah satunya melalui program Mudik Bersama dan Balik Bersama yang mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih efisien energi.
“Bareng-bareng Mudik menjadi program rutin Pertamina. Tahun ini, Pertamina juga menyediakan empat armada bus untuk balik ke Jakarta, sehingga Pertamina turut berkontribusi untuk penghematan energi,” jelasnya.
Selain itu, efisiensi energi di kantor diterapkan melalui kebiasaan sederhana seperti mematikan lampu dan perangkat listrik saat tidak digunakan. Desain gedung yang memaksimalkan pencahayaan alami juga membantu menekan konsumsi listrik pada siang hari.
Di sektor operasional, Pertamina mulai memanfaatkan energi terbarukan dengan memasang panel surya di sejumlah SPBU, fasilitas operasional, dan perkantoran.
Tak hanya itu, Pertamina juga mengembangkan program energi transisi melalui Desa Energi Berdikari yang kini telah tersebar di 252 titik. Program ini membantu masyarakat memanfaatkan energi baru terbarukan secara mandiri.
Pengembangan jaringan gas rumah tangga juga terus diperluas sebagai solusi energi yang lebih bersih, efisien, dan ramah lingkungan.
“Sejalan dengan upaya hemat energi untuk menjaga ketersediaan energi saat ini, Pertamina berupaya memulai dari lingkungan internal dan keluarga pekerja, yang diharapkan dapat membangun kesadaran bersama, untuk bijak menggunakan energi sesuai kebutuhan. Gerakan hemat energi ini akan menjadi budaya yang akan memperkuat swasembada energi bangsa,” pungkas Baron. [hen/beq]






