Jakarta (beritajatim.com) – PT Pertamina Gas (Pertagas), sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, menegaskan perannya dalam mengelola infrastruktur transportasi gas dan minyak bumi, regasifikasi LNG, pemrosesan LPG, serta mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional. Keandalan operasional seluruh infrastruktur energi mendorong kinerja Pertagas tumbuh positif pada semester pertama 2025.
Direktur Utama PT Pertamina Gas (Pertagas) Indra P. Sembiring, menyampaikan, keandalan infrastruktur menjadi fondasi penting dalam mendukung swasembada energi nasional. Saat ini, Pertagas mengoperasikan 2.713 km pipa transmisi gas bumi dan 605 km pipa transmisi minyak bumi yang terkoneksi dengan jaringan Subholding Gas Pertamina.
“Pertagas terus bergerak maju untuk menjadi perusahaan infrastruktur energi terintegrasi berkelas dunia,” tegas Indra dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (19/9/2025).
Di saat bersamaan, Indra memastikan, keselamatan dan keamanan kerja menjadi prioritas utama. “Pertagas sangat ketat menjalankan HSSE untuk mendorong kinerja positif perusahaan dan memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” ujarnya.
Direktur Teknik dan Operasi, Agung Indri Pramantyo menambahkan, volume transportasi gas dan minyak yang dikelola Pertagas terus meningkat.
“Sepanjang semester pertama 2025, transportasi gas mencapai kurang lebih 290 ribu MMSCF yang didorong optimalisasi serapan dari aktivitas industri di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan. Pertagas juga berhasil menyalurkan volume transportasi minyak kurang lebih 31 juta BBL, sejalan dengan tambahan pasokan dari sumur hulu,” kata Agung.
Peningkatan tersebut salah satunya ditopang oleh Pipa Minyak Rokan sepanjang 343 kilometer. Sejak beroperasi di tahun 2022, pipa ini menjadi urat nadi penyaluran minyak dari Blok Rokan, salah satu penghasil minyak terbesar di Indonesia.
Selain aliran minyak yang terjaga, keberadaannya juga membawa manfaat ekonomi lokal sejak masa pembangunan hingga saat ini telah beroperasi penuh, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga pemberdayaan masyarakat melalui program CSR.
Direktur Komersial, Ryrien Marisa, menambahkan bahwa infrastruktur terintegrasi Pertagas menjadi tulang punggung penyaluran energi di seluruh Indonesia.
“Saat ini, Pertagas memiliki 71 pelanggan industri meliputi kelistrikan, pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, hingga jaringan gas kota (city gas), lebih dari 17 ribu UMKM, serta 270 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia,” jelas Ryrien. [hen/suf]






