Pamekasan (beritajatim.com) – Personil Polres Pamekasan bentrok dengan sejumlah massa aksi, yang tidak terima dengan hasil pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di Pamekasan.
Kericuhan tersebut pecah akibat aspirasi massa tidak yang tidak diindahkan oleh pelaksana, sehingga mereka terima dan akhirnya bentrok antara aparat dan massa tidak terhindarkan.
Dalam bentrok tersebut, salah satu massa juga membawa senjata tajam (replika) jenis celurit dan membuat suasana semakin memanas. Namun aparat berhasil mengamankan dan membawanya dengan kendaraan operasional.
Bahkan dalam bentrok tersebut, petugas juga terpaksa menyemprotkan gas air mata dan menyiramkan air dengan kendaraan water cannon yang bertujuan untuk mengurai massa peserta aksi.
Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Polres Pamekasan Gelar Simulasi Sispamkota
Kondisi tersebut merupakan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dengan sandi Mantap Brata Semeru 2023 yang digagas Polres Pamekasan, di Lapangan Multifungsi Sarja Arya Racana Jl Raya Nyalaran Pamekasan, Selasa (17/10/2023).
“Simulasi Sispamkota yang kami lakukan sebagai upaya dalam rangka mengamankan penyelenggaraan Pemilu 2024, sekaligus meningkatkan Kondusifitas selama pelaksanaan berlangsung” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Satria Permana.
Baca Juga: 670 Personil Gabungan Ikuti Latpraops Mantap Brata Semeru 2023 di Pamekasan
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hingga perwakilan partai politik (parpol) peserta pemilu.
Selain itu juga termasuk perwakilan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pamekasan, serta sejumlah instansi lainnya di Pamekasan.
“Hal ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan kondusifitas wilayah, sehingga penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Pamekasan, berjalan lancar, aman dan damai,” pungkasnya. [pin/ted]






