Jakarta (beritajatim.com) – Persik Kediri berupaya keras untuk menyelesaikan administrasi imbas terkena sanksi dari FIFA. Diduga, sanksi tersebut berkaitan dengan masalah administratif yang belum terpenuhi selama beberapa waktu.
Manajemen Persik Kediri menyatakan komitmen menyelesaikan semua persyaratan yang diminta oleh FIFA dalam waktu dekat.
Salah satu aspek krusial yang sedang mereka fokuskan adalah klarifikasi terhadap pelanggaran aturan terkait transfer pemain internasional.
“Benar, kami baru menerima keputusan dari FIFA. Baru diterima dan benar benar tidak menyangka bahwa FIFA tidak melihat dari dua sisi, juga tidak melihat dari saksi yang hadir,” jelas Direktur Persik Kediri Souraiya Farina.
“Jadi, kami baru saja membuktikan seperti kawan-kawan klub lainnya, kalau sudut pandangnya sangat jarang dari bukti yang dihadirkan klub,” imbuhnya.
Pihaknya juga memastikan saat ini manajemen Persik Kediri tengah fokus dalam mempersiapkan tim guna menghadapi kompetisi Liga 1 Indonesia 2024/25 yang segera dimulai Agustus mendatang.
“Klub akan segera menyelesaikan, karena tentu Persik menatapnya ke depan. Kita punya target di musim ini, juga musim mendatang yang harus kita penuhi dengan kerja bersama dan kerja keras,” tegasnya.
Dia pun menambahkan bahwasanya sudah waktunya ada regulasi atau lainnya yang dapat menjaga kepentingan pemain juga klub dari sisi legal.
“Ini sebenarnya salah satu yang dibahas saat pertemuan dengan LIB, bahwa juga diperlukan regulasi yang berimbang untuk melindungi pemain, ofisial dan juga klub. Agar semakin minim dispute terjadi di liga kita. Dispute yang terjadi akan murni karena benar benar ada terjadi pelanggaran,” tegasnya. [faw/beq]






