Kediri (beritajatim.com) -““`
Tim tuan rumah yang berada di zona merah degradasi justru tampil lebih efektif. Dua gol kemenangan Persis dicetak Bruno Gomes pada menit ke-23 dan Roman Paparyha pada menit ke-86. Persik sempat menyamakan skor lewat Jose Enrique pada menit ke-31, namun gagal menghindari kekalahan.
Pelatih Persik, Marcos Reina Torres, menilai timnya kehilangan semangat dan energi sepanjang laga, sementara Persis tampil lebih termotivasi. Ia menyebut pertandingan tersebut sebagai performa terburuk sejak menangani Persik.
“Dengan hasil kekalahan ini Persik Kediri seperti kehilangan semangat dan energi, sementara Persis Solo lebih bersemangat. Ini merupakan laga terburuk sejak kedatangan saya, ke depan harus lebih bersemangat,” ujarnya.
Menurut Marcos, timnya tetap bermain dengan pendekatan menyerang baik kandang maupun tandang, tetapi tidak tampil maksimal pada laga ini. Ia juga menyoroti kegagalan penalti yang berpotensi mengubah hasil pertandingan.
“Persik Kediri selalu bermain dengan cara yang sama, baik di rumah maupun tandang, kami berusaha menyerang dan menguasai bola. Tetapi memang hari ini kita tidak bermain terlalu maksimal. Itu akan menjadi evaluasi internal. Penalti tadi kalau masuk, mungkin akan memenangkan,” katanya.
Peluang emas Persik datang pada menit ke-85 saat mendapat penalti setelah pemain Persis, Althaf Indie, melakukan handball di garis gawang dan langsung diganjar kartu merah. Namun eksekusi Ezra Walian berhasil ditepis gemilang oleh kiper pengganti Muhammad Riyandi.
Kegagalan tersebut membuat Persik gagal membalikkan keadaan, bahkan kebobolan satu menit kemudian melalui gol Roman Paparyha.
Seorang pemain Persik mengakui hasil ini menjadi evaluasi besar bagi tim dan meminta maaf kepada suporter yang datang langsung ke Solo.
“Hasil yang kurang bagus buat kondisi tim. Ini menjadi bahan evaluasi buat tim, terutama saya sendiri. Mohon maaf kepada seluruh suporter yang sudah datang kesini jauh-jauh. Ini akan menjadi PR buat pemain dan pelatih,” ujarnya.
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Persik yang belum meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir. Pada pekan ke-22 sebelumnya, Persik juga kalah 3-4 dari Bhayangkara Presisi Lampung di kandang sendiri, Stadion Brawijaya.
Hasil tersebut memicu reaksi keras suporter Persik Mania yang menuntut evaluasi tim, khususnya lini belakang, serta menyoroti kemenangan Persis yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi.
“Misi penyelamatan sukses, solo ketulung koper e ganti tok selebih e podo mumet e main e asline,” tulis akun @pratamaloodsfun.
“Ngarep pajero, tengah fortuner, lakok gurine espas zebra,” tulis @mirrzzaaaa_.
“Ini trah kalah opo misi penyelamatan,” tulis @aryo_harry_dabibson. [nm/aje]






