Surabaya (beritajatim.com) – Persis Solo secara dramatis berhasil mengalahkan Persik Kediri dengan skor tipis 2-1 di Stadion Manahan, Minggu (1/3/2026) malam. Persis bermain dengan sepuluh orang sejak pertengahan babak kedua.
Babak Pertama
Persis Solo langsung mengambil inisiatif serangan begitu peluit kick-off dibunyikan. Namun, rapatnya lini pertahanan Persik Kediri mampu meredam tekanan awal tuan rumah.
Pada menit kedua, Persik memperoleh peluang lewat sepak pojok yang dieksekusi Ezra Walian. Bola diarahkan ke depan gawang, tetapi berhasil dihalau barisan pertahanan Persis.
Persis membalas pada menit keenam melalui skema serangan cepat, namun upaya tersebut mudah dipatahkan. Persik kembali mendapatkan sepak pojok pada menit ke-12, tetapi situasi bola mati itu kembali gagal dimaksimalkan.
Momentum sempat berpihak kepada Persis pada menit ke-17 ketika tekanan bertubi-tubi dilancarkan. Namun, pergerakan lini depan tuan rumah mampu ditutup solid oleh Henhen Herdiana.
Memasuki menit ke-18 dan 20, Persis memperoleh dua peluang lewat tendangan sudut yang dieksekusi Andrei Alba. Sayangnya, kedua kesempatan tersebut belum mampu menghasilkan gol.
Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-21. Bruno Gomes sukses memecah kebuntuan setelah menerima umpan akurat Dimitri Souza. Sontekan terukurnya membuat bola tak mampu dijangkau kiper Persik.
Gol tersebut langsung disambut gemuruh suporter Pasoepati yang memadati Stadion Manahan. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Laskar Sambernyawa.
Tertinggal satu gol, Persik meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya datang pada menit ke-30. Jose Enrique yang berdiri tanpa kawalan berhasil memaksimalkan umpan lambung jarak jauh dari Ezra Walian dan menaklukkan kiper Persis.
Sempat terjadi pengecekan Video Assistant Referee (VAR) untuk memastikan posisi Jose Enrique. Setelah peninjauan, wasit mengesahkan gol tersebut karena dinilai onside. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Memasuki menit ke-38, Persis kembali mendapat peluang lewat sepak pojok, namun bola terlalu deras dan keluar lapangan. Pada menit ke-42, peluang emas didapat Roman Paparyga. Sayangnya, meski dalam posisi terbuka, tendangannya masih melambung di atas mistar.
Menjelang turun minum, tepatnya menit ke-45, Persis kembali memperoleh tendangan sudut. Bola sempat menimbulkan kemelut di depan gawang, tetapi pertahanan Persik sigap mengamankan situasi.
Hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan, skor tetap 1-1.
Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Persis tetap menekan, tetapi Persik Kediri mampu meredam serangan. Insiden terjadi pada menit ke-52 ketika Rendy Sanjaya terpaksa ditandu keluar akibat benturan.
Peluang emas Persis muncul beberapa kali melalui Roman Paparyga dan Dejan Tumbas, tetapi belum membuahkan gol.
Pada menit ke-82, Persik Kediri harus kehilangan Althaf Indie yang diganjar kartu merah karena hand ball, dan wasit menunjuk titik penalti.
Kapten Ezra Walian mengeksekusi, namun kiper Persis, Muhamad Riyandi, melakukan penyelamatan gemilang.
Momentum ini menjadi titik balik, Persis Solo menekan habis-habisan hingga menit ke-85, Roman Paparyga berhasil menjebol gawang Persik dengan tendangan spektakuler, membawa Persis unggul 2-1.
Di sisa waktu, Persik Kediri terus menyerang, termasuk melalui sepak pojok menit ke-88 dan 94, namun pertahanan Persis tetap solid.
Meski bermain dengan sepuluh pemain di akhir pertandingan, Persis Solo mampu mempertahankan kemenangan dan mengamankan tiga poin penuh di kandang sendiri. (faw/but)






