Jember (beritajatim.com) – Pertandingan lanjutan kompetisi sepak bola Liga 3 Grup H Jawa Timur antara tuan rumah Persid melawan Pasuruan United, di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Jumat (15/12/2023), diwarnai kericuhan usai laga.
Dalam pertandingan tersebut, Persid menang 2-1. Dua gol Persid dicetak Ghifari Vaiz Aditya pada menit13 dan 79. Sementara gol Pasuruan dicetak Mahdi Fatoni pada menit 7 melalui titik puth penalti.
Irfan Junaidi, pelatih Pasuruan United, mengatakan, salah satu pemainnya Fachrul Inzaghi alias Zaki diduga jadi korban pemukulan oleh seseorang.
“Pertandingan sore hari ini sangat bagus. Tapi kami sangat kecewa sama panitia pelaksana,” kata Irfan.
Irfan heran, panitia pelaksana tak segera bertindak ketika ada penonton yang melontarkan kata-kata berbau kebencian dan rasisme.
“Kenapa orangnya gak diambil? Kalau diambil, ya sudah selesai. Kami masih percaya dengan PSSI bahwa bisa fair play,” katanya.
Irfan sebenarnya berhatap tak ada lontaran kebencian dalam sepak bola. “Di awal kompetisi Liga 3, kami berharap pembenahan di semua aspek, termasuk fair play,” katanya.
Ofisial Pasuruan United sudah mendokumentasikan semua kejadian usai laga. “Kami akan protes dan dilampirkan video juga untuk pemukulan dan rasisnya. Kami sangat kecewa,” kata Irfan.
Sementara itu, pelatih Persid Jember Misnadi Amrizal bersyukur bisa mengamankan tiga angka. “Alhamdulillah juga, tim kami sekarang banyak pilihan pemain. Mental pemain sudah teruji,” katanya.
Menanggapi kericuhan usai pertandingan, Misnadi menyebut banyak masalah klasik dalam sepak bola. “Ini di luar konteks sepak bola. Waktu pertandingan sudah habis,” katanya.
Misnadi berharap kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak. Ia bersyukur kericuhan bisa dikendalikan.
Misnadi menyebut pertandingan melawan Pasuruan tidak mudah. “Kondisi hujan dan mereka butuh poin untuk lolos. Kami meminta para pemain bersabar dan tidak emosi dalam pertandingan,” katanya.
“Dalam permainan, keras itu biasa. Cuma tidak menjurus kasar dan anarkis,” kata Misnadi.
Iwan Sampurno dinilai berhasil memerankan fungsi kapten yang memberi ketenangan kepada kawan-kawannya. “Dia jadi leader yang bagus hari ini. Pengaruhnya luar biasa dalam pertandingan hari ini dan kemarin (saat melawan Persema). Saya beri apresiasi,” kata Misnadi.
Dengan kemenangan ini, Persid memastikan diri menjadi juara Grup H dengan nilai sempurna 15 dari lima kemenangan. Pertandjngan terakhir melawan Kresna Unesa, Minggu (17/12/2023), akan menjadi pertandingan penentuan runner-up grup.
Kresna dan Pasuruan United sama-sama berpeluang lolos mendampingi Persid. Berkat kemenangan 3-1 atas Persema Malang, Jumat (15/12/2023), Kresna mendapat 7 angka sama seperti Pasuruan United. Yang membedakan hanya selisih gol. Agregat gol Kresna 6-6 dan agregat gol Pasuruan United 6-5. [Wir]






