Jember (beritajatim.com) – Heroik. Itulah gambaran pertandingan antara Persid Jember melawan tuan rumah Persenga, di Stadion Anjuk Ladang, Kabupaten Nganjuk, dalam Babak Delapan Besar lanjutan kompetisi sepak bola Liga 4 Jawa Timur Grup NN, Rabu (4/2/2026).
Menghadapi tuan rumah yang didukung penonton dan bermain di lapangan yang becek karena tersiram hujan bukanlah opsi ideal bagi anak-anak Persid. Apalagi Persenga hanya punya opsi menang jika ingin lolos ke babak selanjutnya, karena kalah 1-3 dari Persepam Pamekasan dalam pertandingan pertama Grup NN.
Pertandingan berjalan keras sejak awal. Benturan-benturan antarpemain terjadi di antara susahnya bola menggelinding karena terhambat genangan air. Namun Ghifari Vaiz Aditya berhasl membawa Persid unggul pada menit 14.
Gol kemenangan dicetak pemain pengganti M. Rangga Syah Ridwanto pada menit 81. Satu-satunya gol hiburan buat Persenga dicetak Gedhong Tangguh Pambudi pada menit 88.
Skor 2-1 ini sudah cukup untuk membawa Persid memuncaki klasemen sementara Grup NN dengan enam angka. Mengungguli Persepam Pamekasan yang menaklukkan Triple’s Kediri 2-1 pada pertandingan jam pertama di stadion yang sama.
Namun kemenangan ini mambawa korban. Tiga pemain cedera karena permainan keras menjurus kasar Persenga. Pemain bertahan Ronald Affrizal Ardiansyah Putra Sabath dilarikan ke rumah sakit. Sementara Ghifari Vaiz Aditya dan Sahar Tehupelasury dirawat tim medis di hotel.
“Tadi ada insiden. Saya tahu sendiri (Ronald) ditarik pemain tuan rumah, dicengkiwing (ditarik) dari belakang. PSSI Provinsi Jatim bisa melihat itu, karena ini juga tidak baik buat persepakbolaan kita ke depan,” kata Ketua Yayasan Persid Jember Baru Jember Maju, Ardi Pujo Prabowo.
Persid akan menghadapi Persepam Pamekasan, Jumat (6/2/2026). Pertandingan ini praktis hanya untuk menentukan peringkat pertama dan kedua. Persepam saat ini juga mengpleksi enam angka setelah mengalahkan Triple’s Kediri 2-1, melalui gol Pandu Winata pada menit 65 dan Selamet Wahyudi pada menit 81, yang dibalas oleh Triple’s melalui Muhammad Fahrul Rizqy Abidin pada menit 46.
“Kita optimis neskipun tidak menentukan. Mungkin kami akan melakukan rotasi untuk pelatihan mental anak-anak kita yang yang belum bermain. Kami sudah mengunci posisi di semifinal,” kata Ardi.
Ardi belum tahu lokasi semifinal. “Tapi kami coba akan ajukan kepada PSSI untuk menjadi tuan rumah,” katanya. [wir]






