Jember (beritajatim.com) – Persema Malang lagi-lagi harus menyerah 0-3 (0-1) dari tuan rumah Persid, dalam pertandingan sepak bola kompetisi Liga 3 Grup H Jawa Timur, di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Rabu (13/12/2023).
Kekalahan ini mengulang kekalahan dengan skor sama pada putaran pertama di tempat yang sama. Kali ini tiga gol Persid dicetak Muhammad Samsul Arifin pada menit 38 melalui titik penalti, Ghifari Vaiz Aditya pada menit 53, dan sang kapten Iwan Sampurno pada menit 80.
Dengan kekalahan ini, peluang Persema untuk lolos ke babak selanjutnya sudah tertutup. Anak-anak asuhan Dwi Karyawanto ini tak pernah menang dalam empat kali pertandingan, dan hanya menyisakan dua pertandingan melawan Kresna Unesa dan Pasuruan United.
“Sudah tidak mungkin lolos. Yang penting kami bermain bagus, menghargai Liga 3 Jawa Timur ini. Kalah menang sudah biasa. Tapi yang fairlah. Sudah kalah 0-3 masih mau dihabisi terus,” kata Karyawanto.
*
*Sekalipun menyapu bersih dua pertandingan itu, Persema maksimal hanya mengumpulkan enam angka, masih di bawah Pasuruan United yang sudah mengumpulkan tujuh angka dan Persid yang merajai dengan 12 angka.
Karyawanto memuji permainan Persid. Namun ia mengeluhkan kinerja wasit Dedi Nurhidayat yang memberikan hadiah tendangan penalti untuk Persid pada babak pertama. “Saya tidak mau mengkambing hitamkan siapa-siapa. Tapi saya punya rekamannya. Penalti di awal itu murni bukan penalti,” katanya.
Karyawanto juga mempertanyakan keputusan wasit yang tidak mengambil tindakan terhadap pelanggaran yang dialami bek sayap kiri Persema Rizaldi Maulana Muhammad. Dia terkena sikut pada bagian rusuk dan sempat kesulitan bernapas, sehingga harus dirawat di ambulans. “Kondisinya sudah mulai membaik. Akhirnya dia terpaksa kami ganti dengan Maulana Ferdiansyah,” kata Karyawanto.
*
*Jungjungan Nabolas Sinambela, kapten Persema, mengatakan, turunnya hujan saat pertandingan sebenarnya menguntungkan mereka. “Kami makin makin semangat. Tapi saat mental kami sudah tinggi, karena kinerja wasit kurang bagus, mental kami down,” katanya.
Pertandingan Persid melawan Persema, menurut Karyawanto, sebenarnya berjalan bagus. Setidaknya dua kali bola tendangan pemain Persema, Maulana Rizki saputra dan Nikola Zalfa Islam, mengenai tiang gawang Persid yang dijaga Guntur Egi Saputro. “Lagi-lagi kami kurang beruntung. Tidak lagi kami mau omong apa,” kata Karyawanto.
*
*Persiapan Persema kali ini sama tidak maksimalnya dengan pertandingan perdana putaran pertama saat menghadapi Persid. Jika saat itu, tim Persema datang pada waktu mepet dengan kick-off sehingga tidak sempat melakukan pemanasan, kali ini hanya sebelas pemain yang datang pada saat kick off. Sebelas pemain sisanya baru tiba di Stadion JSG baru datang setengah jam setelah pertandingan dimulai.
Persema harus dijemput dua kali dari penginapan di Kecamatan Ambulu oleh panitia pelaksana. “Akhirnya yang penting main dulu sebelas pemain. Ofisial dan pemain cadangan datang belakangan 30 menit kemudian, karena kendaraannya yang satu lagi tidak bisa digunakan,” kata Karyawanto. [wir]






