Sidoarjo (beritajatim.com) – Perselisihan antara Kades Kureksari Kecamatan Waru, Sidoarjo, Wishom Sahudi dengan Mualimin seorang warga Kureksari berakhir damai di Mapolsek Waru Jumat (16/6/2023).
Kades Wishom, Mualimin dan anak kedua Mualimin yang sempat terjadi pertengkaran, sepakat damai dan tak meneruskan laporannya ke Polsek Waru. Kedua belah pihak yang sempat saling lapor ke polisi akhirnya mencabut masing-masing laporannya.
Perdamaian terwujud setelah pihak dari unsur Forkopimka yang terdiri dari Camat, Kapolsek dan Danramil Waru serta pihak BPD Kureksari dan Warih Andono anggota DPRD Sidoarjo dari desa setempat, mempertemukan keduanya di kantor Camat Waru.
“Alhamdulillah, keduanya sepakat damai dan meneruskan laporannya di polisi. Keduanya sudah mencabut laporan di Polsek Waru,” kata Warih Andono usai menyaksikan kedua mencabut laporan di Polsek Waru.
Ia menilai, perseteruan hingga terjadinya perkelahian karena salah faham. Dalam pertemuan, keduanya saling memaafkan. “Mereka semuanya mengaku salah, khilaf tidak bisa mengontrol emosi. Keduanya merasa bersalah semuanya dan tidak ada yang merasa benar,” ungkap politisi Partai Golkar tersebut.
Sebagai wakil rakyat, dirinya tidak ingin ada perseteruan antara warga, apalagi sudah saling kenal. Semua warga harus saling rukun dan menghargai antar sesama. “Jika ada sesuatu yang membuat hati menjadi gundah, harus duduk dengan kepala dingin dalam mencapai solusi,” himbaunya.

Kanit Reskrim Polsek Waru AKP Yani membenarkan kedua pihak yang berseteru, sepakat damai dan sudah saling memaafkan. “Sudah damai dan saling memaafkan. Keduanya sempat berseteru karena ada kesalahpahaman,” urainya.
Sebelumnya, Kades Wishom Sahudi dengan warga bernama Mualimin, sempat cek cok mulut dan berkelahi di kantor Desa Kureksari.
Pemicunya, konon Mualimin datang ke kantor Desa Kureksari mempertanyakan dugaan adanya SK soal masa jabatan RT dan RW diperpanjang oleh pihak kepala desa. Namun pihak kepala desa menampik atas SK tersebut. Yang ia lakukan adalah tawaran bagi yang ingin meneruskan dan mendapatkan persetujuan warga, dipersilakan. Hingga akhirnya keduanya salah faham dan emosi hingga berkelahi.
Dalam perkelahian, Mualimin mengalami luka di pelipis bagian kiri karena kena pukul Kades Wishom dan ditempeli perban oleh pihak rumah sakit yang menanganinya.
Sesampai di rumah, mengetahui Mualimin pelipisnya diperban dan tahu akibat berkelahi dengan kades, akhirnya anak kedua Mualimin mendatangi kantor desa dan memukul Kades Wishom. Sementara Kades Wishom dan Mualimin usai mencabut laporannya masing-masing di Mapolsek Waru, sekeluar pintu, keduanya saling berangkulan dan saling memaafkan, termasuk Kades Wishom dengan kedua anak Mualimin yang ikut dalam perdamaian. (isa/kun)
BACA JUGA:






