Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya kini menerapkan kebijakan tegas terhadap siapa pun yang melakukan pelanggaran di tribun Gelora Bung Tomo (GBT).
Baik itu penyulut flare, pelempar benda ke lapangan, maupun pelanggaran lain yang merugikan klub, semuanya akan dikenai denda.
Langkah ini bermula dari kasus Fajar Bahari, seorang penonton yang menyalakan flare saat pertandingan Persebaya vs Persib.
“Sore kemarin, Fajar mendatangi Kantor Persebaya untuk meminta maaf atas tindakannya yang menyebabkan Persebaya menerima sanksi denda,” demikian keterangan dari akun resmi facebook fanspage Persebaya Surabaya..
Meskipun bukan anggota Green Nord, ia tetap didampingi oleh beberapa perwakilan kelompok suporter seperti Cak Conk dan Cak Bojes, karena insiden tersebut terjadi di tribun 3-4 yang selama ini ditempati Green Nord.
Dalam pertemuan tersebut, Fajar mengakui kesalahannya dan menyatakan permohonan maaf secara terbuka.
Ia juga bersedia menerima konsekuensi, termasuk larangan menonton pertandingan langsung di stadion. Manajemen Persebaya, yang diwakili oleh Alex Tualeka dan Nanang Prianto, menerima permintaan maaf tersebut dengan harapan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sebagai langkah pencegahan, manajemen Persebaya memutuskan untuk menghapus unggahan terkait Fajar di akun resmi klub. Ke depannya, mereka tidak akan lagi mempublikasikan foto dan identitas pelaku pelanggaran.
Namun, sebagai gantinya, Persebaya akan menerapkan kebijakan wajib bayar denda bagi siapa pun yang melakukan pelanggaran di tribun GBT.
Untuk menegakkan aturan ini, GBT telah dilengkapi dengan puluhan kamera CCTV yang akan membantu mengidentifikasi para pelanggar.
Selain itu, tim fotografer dan videografer akan disebar di berbagai titik tribun guna memastikan semua pelanggaran terekam dan pelakunya dapat dikenali serta diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Manajemen Persebaya juga telah berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya untuk memastikan kebijakan ini berjalan dengan efektif. Dengan dukungan penuh dari kepolisian, Panpel Persebaya berkomitmen menciptakan lingkungan stadion yang aman dan nyaman bagi seluruh suporter.
Tragedi di dunia sepak bola yang berawal dari pelanggaran segelintir suporter tidak boleh terulang lagi. Oleh karena itu, mari bersama-sama menjaga tribun GBT tetap kondusif demi mendukung Persebaya dengan cara yang lebih positif dan bertanggung jawab. (ted)






