Surabaya (beritajatim.com) – Pertandingan seru akan berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro di Gresik pada Rabu (5/4) malam. Tim kebanggan Kota Pahlawan, yakni Persebaya Surabaya akan menjamu wakil ibu kota, Persija Jakarta. Persebaya harus ektra hati-hati. Sebab Persija baru saja mengalahkan Persib Bandung.
Persija berjumpa Persib di Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi pada Jumat (31/3) malam. Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut menang dengan skor 2-0. Dua gol Persija dicetak Riko Simanjuntak pada injury time babak pertama. Serta Michael Krmencik pada pertengahan paruh kedua.
Kemenangan ini sangat penting mengingat performa Persija yang angin-anginan sepanjang bulan lalu. Dari total lima pertandingan selama Maret, anak asuh Thomas Doll itu tiga kali menelan kekalahan. Mereka tersungkur di kaki Borneo FC, Persik Kediri, dan Persita Tangerang.
Tiga poin atas Persib dapat membangkitkan motivasi serta semangat juang para pemain tim kebanggan The Jak tersebut. “Kemenangan ini membuat semuanya termotivasi kembali. Kepercayaan mereka bahwa mereka adalah pemain yang bagus pasti akan muncul kembali,” kata asisten pelatih Persija Paul Keenan.
Menurut Paul Keenan, keberhasilan mengatasi Maung Bandung, julukan Persib sekaligus menjadi modal untuk melawan Persebaya. “Dengan kemenangan melawan Persib, para pemain akan termotivasi lebih. Kami ingin mereka menyelesaikan sisa laga dengan sebaik mungkin,” jabarnya dalam laman resmi klub.
https://beritajatim.com/olahraga/manajemen-madura-united-sayangkan-kinerja-wasit-kontra-persija/
Ia menjelaskan bahwa rasa percaya diri itu sangat penting. Mengingat mereka akan melawan Persebaya di Gresik. Meski bertanding di tempat netral, namun laga ini bisa disaksikan oleh pendukung Persebaya, yakni Bonek. Pressure pendukung tuan rumah akan menjadi tantangan bagi Persija. Butuh mental kuat untuk menghadapinya.
“Hal terbaik yang bisa kami lakukan sekarang adalah membiarkan pemain memahami kualitas yang mereka miliki. Walaupun kami selalu percaya bahwa kami adalah salah satu tim terbaik di Liga 1, namun tentu saja saat kami kalah, para pemain merasa dirinya buruk. Juga merasa timnya bukan yang bagus,” jabarnya. (sya/but)






